Lando Norris secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap performa MCL38 usai melakoni GP Bahrain yang penuh drama. Pembalap asal Inggris tersebut mengakui bahwa kelemahan kecepatan tertinggi di lintasan lurus membuat timnya kehilangan waktu krusial di setiap putaran sirkuit.
Masalah defisit tenaga ini diestimasikan memakan waktu hampir dua persepuluh detik per lap, sebuah kerugian besar dalam persaingan papan atas Formula 1. Kondisi tersebut memaksa McLaren harus segera mencari solusi teknis sebelum balapan berikutnya di Singapura demi menjaga peluang perebutan gelar juara dunia musim ini.

Akhir pekan di Bahrain sendiri berjalan sangat rumit bagi Norris setelah ia sempat merosot ke posisi ke-16 akibat salah strategi pemilihan ban pada fase awal balapan. Kesulitan bertambah ketika ia melakukan kesalahanantisipasi saat restart Safety Car yang menyebabkannya terlempar ke gravel dan kehilangan banyak posisi berharga.

Meski mengakui ada beberapa kesalahan individual yang diperbuatnya di atas trek, isu defisit kecepatan lurus tetap menjadi beban utama yang dikeluhkan sang pembalap. Rekan setimnya, Oscar Piastri, berhasil mengamankan finis keenam, sementara Norris harus puas menyelamatkan dua poin lewat posisi kesembilan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!