George Russell hanya bisa tertawa pahit setelah kegagalan teknis merenggut podium yang sudah di depan mata pada GP Bahrain di Sirkuit Sepang, Malaysia. Memulai balapan dari posisi ketujuh, pembalap Mercedes ini sempat melesat ke barisan depan berkat pemilihan ban intermediate yang tepat saat lintasan basah.
Sayangnya, drama akhir balapan menghancurkan kerja kerasnya. Power unit pada W15 miliknya menyerah ketika periode safety car jelang akhir lomba memberikan secercah harapan untuk bertarung memperebutkan kemenangan. Ini menjadi DNF murni kedua musim ini bagi Russell, memperpanjang rentetan nasib buruk yang kian menjauhkannya dari persaingan gelar juara dunia.
Defisit poin sang pembalap Inggris kini membengkak menjadi 84 angka di belakang rekan setimnya. Meski situasi kian berat dan peluang juara terlihat sangat tipis, Russell menegaskan dirinya akan terus berjuang di sisa musim tanpa mau menyerah begitu saja pada keadaan.

Prinsipal tim Toto Wolff turut meluapkan kekecewaannya yang mendalam, menyebut akhir pekan di Sepang sebagai salah satu pengalaman terburuk secara personal. Kegagalan teknis ini tidak hanya merugikan perolehan poin tim, tetapi juga memupus momentum penting dalam pertarungan ketat klasemen F1 tahun ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!