Awal musim Formula 1 diwarnai kekacauan besar ketika hujan deras memaksa penundaan GP Malaysia, sementara para pembalap melancarkan kritik tajam terhadap sistem elektronik mobil generasi baru yang dinilai terlalu rumit. Kondisi trek yang diguyur hujan lebat membuat Max Verstappen dan para rivalnya harus menghadapi prosedur start yang berantakan, termasuk insiden mogok massal saat formation lap.
Sesi balapan akhir pekan ini sempat tertunda selama 40 menit akibat badai, sebelum akhirnya percobaan start harus dibatalkan karena dugaan bug perangkat lunak yang membuat beberapa mobil mendadak mati di grid. Situasi ini memicu reaksi keras dari George Russell, yang menilai jalannya balapan hari itu jauh dari standar tontonan kelas dunia.
"Unit daya saat ini luar biasa rumit. Semakin rumit sistem yang Anda buat, semakin besar pula potensi kesalahan yang bisa terjadi," keluh Russell menyoroti regulasi power unit yang membagi tenaga pembakaran internal dan elektrik secara masif.

Kritik serupa datang dari Carlos Sainz, yang secara terbuka mempertanyakan keputusan arah regulasi yang diambil beberapa tahun lalu. Menurutnya, kerumitan kontrol perangkat lunak di mobil F1 modern justru menciptakan situasi memalukan yang tidak akan pernah terjadi pada era mesin V8 konvensional.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!