Kekecewaan kembali menghampiri Lewis Hamilton di Grand Prix Italia. Ia harus mengakui bahwa sesi kualifikasi yang berlangsung di Sirkuit Monza berjalan sangat berat dan penuh kesalahan eksekusi tim.
Pembalap berjuluk Sir Lewis itu nyaris tersingkir di Q2 dengan selisih sangat tipis, hanya seribu detik dari batas aman. Ia lolos ke Q3 di posisi kelima, sebelum akhirnya naik ke posisi keempat berkat penalti yang diterima Oscar Piastri karena menghalangi laju Liam Lawson.
Blunder Strategi dan Eksekusi yang Membuat Hamilton Geram
Hamilton mengaku mobilnya terasa sangat baik saat latihan bebas. Namun, begitu memasuki Q2, segalanya berubah. Tim memintanya menunggu terlalu lama di jalur pit, dan saat keluar, performa mobil justru tidak sesuai harapan.

“Kami duduk dan menunggu sangat lama di jalur pit untuk putaran pertama Q2 dan entah mengapa kami tidak punya kecepatan. Saya tidak yakin apakah itu tekanan ban, temperatur ban, atau apa pun,” ujarnya dengan nada frustrasi.
Di Q3, eksekusi tim kembali menjadi sorotan. Hamilton mengaku berada di posisi yang salah tanpa siapa pun di depannya, sehingga ia kehilangan ritme. “Saat mengikuti mobil lain, kamu tiba lebih cepat beberapa kilometer per jam ke tikungan, jadi titik pengereman berubah. Ini soal menemukan ritme, dan saya benar-benar kehilangan ritme di putaran pertama Q3,” tambahnya.
Leclerc Ikut Frustrasi, Puji Kejutan Gasly
Rekan setim Hamilton, Charles Leclerc, juga nyaris tersingkir di Q2 dengan selisih yang lebih tipis lagi, hanya delapan per seribu detik. Leclerc menyebut banyak masalah internal yang harus mereka hadapi, tetapi ia enggan menjadikannya alasan.
Sementara itu, Leclerc memberikan pujian setinggi-tingginya kepada Pierre Gasly yang berhasil meraih pole position pertamanya di Formula 1. “Pierre dan Alpine melakukan segalanya dengan sempurna. Mereka mengejutkan semua orang di paddock. Saya sangat senang untuk Pierre, tapi sekarang tugas kami untuk mencoba memulihkan apa yang kami hilang hari ini,” ucapnya.
Leclerc mengakui bahwa pole position mungkin bukan target realistis, tetapi mengamankan posisi start yang lebih baik sangat mungkin terjadi. “Kami harus menargetkan untuk memaksimalkan segalanya, dan hari ini kami tidak melakukannya,” pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!