Monza, sirkuit legendaris yang selama ini dijuluki Tempio della Velocita, kehilangan mahkotanya. Fernando Alonso dengan tegas menyebut era kecepatan murni di sirkuit ini sudah berakhir, dan biang keladinya adalah regulasi teknis terbaru Formula 1 yang membuat para pembalap hanya bisa melaju sekitar 312 km/jam di trek lurus terpanjang kalender balap.
Pernyataan Alonso ini bukan sekadar keluhan nostalgia. Dua kali juara dunia itu melihat langsung bagaimana Aston Martin miliknya terpuruk di Q1, gagal menembus batas aman, dan hanya selamat dari posisi buncit berkat penalti penggantian mesin yang menimpa sejumlah rivalnya.
Regulasi Baru Membunuh Esensi Kecepatan
Menurut Alonso, masalah utama ada pada power unit modern yang membagi tenaga hampir seimbang antara mesin pembakaran dan motor listrik. Di trek bersejarah seperti Monza, yang penuh dengan lintasan lurus panjang, baterai tidak punya cukup waktu untuk mengisi ulang energi secara optimal.

Akibatnya, kecepatan puncak justru lebih rendah dibanding sirkuit lain yang lebih berliku. Alonso bahkan membandingkan: di Barcelona mobilnya bisa menyentuh 350 hingga 360 km/jam, di Hungaroring bahkan 355 km/jam, tetapi di Monza hanya sekitar 312 km/jam. Sebuah ironi besar untuk trek yang dijuluki kuil kecepatan.
Kritik Pedas dari Pembalap Senior
Bagi Alonso, yang pernah meraih dua kemenangan di Monza pada 2007 dan 2010, kondisi ini menunjukkan arah yang salah dalam pengembangan regulasi. Ia menyayangkan hilangnya elemen paling mendasar dari balapan di sirkuit bersejarah ini.
Pernyataan Alonso ini menjadi kritik paling keras dari seorang pembalap aktif terhadap arah teknis F1 modern. Dengan performa Fernando Alonso yang terus menurun bersama Aston Martin, kekesalannya pun semakin mudah dipahami.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!