Johann Zarco gagal mengulangi performa sensasionalnya di MotoGP Prancis setelah akhir pekan Le Mans 2026 berakhir dengan finis ke-11 untuk pembalap LCR Honda. Setelah tampil kompetitif sejak Jumat, Zarco mengakui kecelakaan pada FP2 menjadi titik balik yang memengaruhi rasa percaya diri dan ritme balapnya hingga grand prix utama.
Pembalap Prancis itu datang ke Le Mans dengan ekspektasi tinggi setelah kemenangan bersejarah di trek basah pada musim lalu. Kondisi cuaca yang sempat tidak menentu kembali memunculkan peluang bagi Zarco untuk tampil kompetitif bersama Honda. Namun, crash pada sesi latihan Sabtu pagi membuat momentum positif yang dibangun sejak Practice mulai menghilang.
Sebelum insiden tersebut, Zarco sempat menjadi pembalap tercepat pada sesi Practice Jumat, memperlihatkan peningkatan karakter RC213V pada sektor pengereman dan stabilitas bagian depan motor. Akan tetapi, setelah kecelakaan FP2, Zarco kesulitan memaksimalkan grip depan saat memasuki tikungan cepat, yang berdampak langsung terhadap kepercayaan dirinya saat melakukan hard braking dan membuka throttle di fase akselerasi.

“Itu akhir pekan yang sulit. Bukan performa yang kami inginkan. Crash kecil pada Sabtu pagi memengaruhi kepercayaan diri saya, dan ketika Anda kehilangan sedikit rasa percaya diri, dampaknya terasa di semua area,” ujar Zarco.
Zarco menjelaskan bahwa dirinya lebih fokus menjaga motor tetap bertahan hingga finis ketimbang memaksakan kecepatan maksimal pada balapan utama. Hal tersebut terlihat dari kesulitannya mempertahankan race pace saat kondisi lintasan mengering, berbeda dengan performa impresifnya pada balapan basah tahun lalu.
Meski hasil akhirnya mengecewakan, Zarco tetap melihat adanya sisi positif dari performa Honda di Le Mans. Ia menilai RC213V masih memiliki potensi kompetitif ketika setup dan feeling terhadap motor berada dalam kondisi ideal. Pernyataan itu juga diperkuat oleh performa Joan Mir yang sempat tampil kompetitif sebelum terjatuh pada grand prix utama setelah finis keenam di sprint race.
Selain faktor teknis, Zarco juga mengakui pendekatan fisiknya sepanjang akhir pekan menjadi salah satu penyebab performa menurun. Pembalap berusia hampir 36 tahun itu menyebut dirinya terlalu mengabaikan sesi recovery dan perawatan fisik selama grand prix berlangsung, sesuatu yang menurutnya kini menjadi faktor penting dalam MotoGP modern.
Menurut Zarco, kondisi fisik memiliki pengaruh jauh lebih besar pada balapan kering karena tuntutan energi dan kontrol motor meningkat drastis dibanding kondisi hujan. Evaluasi tersebut diperkirakan akan menjadi perhatian utama Honda menjelang MotoGP Catalunya, saat Zarco berupaya mengembalikan konsistensi performa sekaligus membantu pengembangan RC213V menghadapi fase tengah musim 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!