SPONSORED

Enea Bastianini Ungkap Kelemahan KTM Usai MotoGP Prancis

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Enea Bastianini Ungkap Kelemahan KTM Usai MotoGP Prancis TO NEWS OVERVIEW
© Red Bull Content Pool

Enea Bastianini mengungkap KTM masih memiliki sejumlah kelemahan teknis setelah MotoGP Prancis 2026, meski pembalap Tech3 KTM itu berhasil bangkit untuk finis ketujuh di Le Mans. Hasil tersebut diraih setelah akhir pekan sulit yang diwarnai dua kecelakaan dan masalah performa motor, terutama pada penggunaan ban belakang soft.

Bastianini sebenarnya memulai akhir pekan dengan potensi cukup kompetitif sebelum crash pada sesi Q1 merusak peluangnya lolos ke Q2. Insiden tersebut membuat pembalap Italia itu harus start dari posisi ke-14 di grid. Situasi semakin rumit ketika ia kembali terjatuh pada sprint race, sebelum akhirnya mampu melakukan recovery pada balapan utama Minggu.

Meski berhasil finis ketujuh, Bastianini tetap tertinggal sekitar lima detik dari pembalap KTM terbaik, Pedro Acosta, yang finis kelima. Perbedaan tersebut menurutnya memperlihatkan KTM masih belum menemukan keseimbangan optimal, khususnya dalam menjaga stabilitas bagian belakang motor saat menggunakan kompon lunak.

Jadwal MotoGP Catalunya 2026 dan Absennya Marc Marquez
Baca JugaJadwal MotoGP Catalunya 2026 dan Absennya Marc Marquez

“Hari ini kami berhasil finis, sementara kemarin saya crash dua kali. Tetapi hari ini saya mencoba menyelamatkan posisi. Ekspektasi saya sebenarnya lebih tinggi dibanding hasil yang saya dapatkan,” ujar Bastianini.

ADVERTISEMENT

Pembalap Italia itu menjelaskan RC16 mengalami banyak pergerakan pada bagian belakang motor ketika grip mulai menurun di fase pertengahan hingga akhir balapan. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan mempertahankan race pace dan memaksimalkan akselerasi saat keluar tikungan.

“Saya pikir saat ini kami masih memiliki beberapa kelemahan dan kami harus memahami apa penyebabnya. Dengan ban belakang soft, sangat sulit bagi kami untuk mendorong motor karena terlalu banyak movement. Dari sisi saya, itu sangat sulit dikendalikan,” lanjutnya.

Masalah stabilitas rear-end memang menjadi salah satu fokus utama pengembangan KTM sepanjang awal musim 2026. Karakter RC16 yang agresif saat akselerasi sering kali membuat rider kesulitan menjaga konsistensi grip belakang dalam long run, terutama pada sirkuit dengan temperatur lintasan tinggi seperti Le Mans.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, rekan setim sementara Bastianini, Jonas Folger, berhasil menyelesaikan balapan pertamanya di MotoGP dalam tiga tahun terakhir setelah menggantikan Maverick Vinales yang cedera. Meski finis lebih dari satu menit di belakang pemimpin balapan, Folger menyebut akhir pekan tersebut tetap memberikan progres penting dalam memahami karakter RC16.

KTM kini menghadapi tekanan tambahan menjelang MotoGP Catalunya karena harus segera menemukan solusi terhadap masalah stabilitas dan manajemen ban jika ingin tetap bersaing melawan dominasi Aprilia Racing dan Ducati pada fase tengah musim MotoGP 2026.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU