Isack Hadjar menghadapi ancaman diskualifikasi dari hasil kualifikasi F1 Miami Grand Prix 2026 setelah ditemukan dugaan pelanggaran teknis pada mobil Red Bull Racing. Temuan ini muncul dari pemeriksaan standar pasca sesi oleh FIA.
Pembalap muda tersebut sebelumnya mencatatkan posisi kesembilan di Q3, namun hasil tersebut kini berpotensi dianulir. Sementara itu, rekan setimnya Max Verstappen tampil kompetitif dengan mengamankan posisi kedua di grid.
Menurut laporan teknis, bagian lantai mobil Hadjar ditemukan melampaui batas referensi sebesar 2 mm. Dalam regulasi Formula 1, toleransi dimensi aerodinamis sangat ketat, dan pelanggaran sekecil apa pun dapat dikategorikan sebagai pelanggaran teknis.

Dari perspektif teknis, lantai mobil merupakan komponen krusial dalam menghasilkan downforce melalui efek ground effect. Perubahan kecil pada dimensi dapat memberikan keuntungan aerodinamis, sehingga FIA menerapkan pengawasan ketat terhadap area ini.
Kasus ini telah dirujuk oleh delegasi teknis kepada steward untuk evaluasi lebih lanjut. Berdasarkan preseden regulasi, pelanggaran teknis semacam ini hampir selalu berujung pada diskualifikasi dari hasil sesi terkait.
Jika keputusan tersebut dikonfirmasi, Hadjar tidak hanya kehilangan posisi старт di grid, tetapi juga kemungkinan harus memulai balapan dari pit lane, tergantung pada keputusan akhir steward.
Situasi ini menambah kompleksitas akhir pekan Red Bull, yang di satu sisi menunjukkan peningkatan performa melalui Verstappen, namun di sisi lain menghadapi risiko kehilangan satu mobil dari posisi kompetitif.
Keputusan resmi dari steward akan menjadi penentu akhir, namun insiden ini kembali menegaskan pentingnya kepatuhan absolut terhadap regulasi teknis dalam Formula 1 modern.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!