Ketegangan melanda kubu McLaren setelah duel antarrekan setim berujung bencana pada lap pamungkas F1 Sprint Race Grand Prix Singapura. Lando Norris dan Oscar Piastri terlibat senggolan keras saat mencoba merebut posisi di Tikungan 5, yang langsung mengubah suasana paddock menjadi horor bagi petinggi tim.
Insiden bermula ketika Norris mencoba melakukan manuver dari sisi dalam terhadap Piastri. Sayangnya, pembalap Australia tersebut tidak melihat kehadiran rekan setimnya, sehingga benturan tidak terhindarkan dan membuat kedua mobil berputar di atas lintasan Marina Bay. Manuver nekat di detik-detik akhir ini membuat Norris harus puas merosot ke posisi kedelapan.
Sementara itu, penderitaan yang lebih parah harus ditanggung oleh Piastri yang terpaksa gagal finis alias retired hanya beberapa tikungan sebelum bendera finis dikibarkan. Di sisi lain, balapan sprint kali ini juga diwarnai kemenangan Max Verstappen di tengah kekacauan insiden yang turut melibatkan George Russell.

Meski garasi tim tampak memanas, kedua pembalap justru menunjukkan sikap yang cenderung tenang usai balapan. Norris menyampaikan permintaan maafnya kepada skuad karena salah satu mobil harus mengalami kerusakan parah dan gagal menuntaskan lomba dengan sempurna.
"Saya meminta maaf kepada mereka [tim] karena salah satu mobil harus keluar balapan," ungkap Norris. Ketika ditanya lebih detail mengenai insiden tersebut, pembalap asal Inggris itu memilih untuk bersikap diplomatis dan enggan berkomentar banyak sebelum melihat data telemetri. "Saya lebih memilih untuk kembali dan memeriksanya terlebih dahulu," tambahnya.
Di sisi lain, Piastri mengaku tidak terlalu ambil pusing dengan insiden perebutan posisi keempat dan kelima di balapan pendek tersebut, meski ia menyadari beban kerja ekstra kini harus ditanggung para mekanik. "Saya belum melihatnya secara langsung, maksud saya, dari sudut pandang saya, ini untuk posisi keempat dan kelima dalam Sprint race, jadi saya tidak terlalu pusing," kata Piastri kepada Sky Sports.
"Ini hanya menyisakan banyak pekerjaan bagi tim untuk memperbaiki kedua mobil. Sangat disayangkan bagi tim," imbuhnya sembari mengalihkan fokus untuk sesi kualifikasi berikutnya. Berbeda dengan ketenangan para pembalap, petinggi tim seperti Andrea Stella dan Zak Brown dilaporkan sangat marah di hospitality tim akibat rusaknya peluang penting dalam perebutan kejuaraan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!