David Alonso harus mengubur dalam-dalam mimpi persaingan gelarnya di kelas menengah setelah mengalami kecelakaan hebat yang menyisakan memori pahit di Pertamina Mandalika International Street Circuit. Pemandangan kontras tersaji di Lombok, di mana sirkuit ini dulunya menjadi saksi bisu kejayaan sang pembalap saat mengunci gelar juara dunia Moto3 pada musim 2024 silam.
Transisi pebalap muda berdarah Kolombia ini ke kelas Moto2 sama sekali tidak berjalan mulus di Indonesia. Memulai debut kelas menengah pada tahun 2025 dari barisan terdepan, balapannya langsung kandas di paruh awal lap, sementara rekan setimnya menyusul tersingkir di putaran berikutnya. Nestapa berlanjut pada musim 2026, ketika nasib sial membuat kedua pembalap bahkan gagal melewati tikungan pertama balapan.
Insiden nahas tersebut melibatkan rekan setimnya, Dani Holgado, yang secara tidak sengaja menghantam bagian belakang motor Kalex miliknya di titik krusial. Senggolan itu memicu highside spektakuler yang merusak bagian belakang mesin, sementara pembalap Amerika Joe Roberts turut terseret dalam kekacauan massal di tikungan awal tersebut.

Dampak fisik dari benturan keras di atas aspal panas itu dirasakan langsung oleh sang juara kelas ringan dengan sesak napas serta memar di bagian paru-paru. Beruntung, pemeriksaan medis memastikan tidak ada tulang yang patah, sehingga ia diizinkan terbang kembali menggunakan penerbangan komersial bersama manajer tim Nico Terol pada Senin usai grand prix.
Kegagalan finis ini memberikan hantaman telak pada posisi klasemen kejuaraan dunia. Posisi keempat yang sempat dihuninya harus melorot ke peringkat kelima setelah disalip oleh rekan garasinya sendiri, sementara rival terdekat mengintai ketat jelang seri berikutnya di Sirkuit Phillip Island, Australia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!