Helmut Marko Terkejut dengan Kritik Keras Sergio Perez ke Red Bull

Helmut Marko Terkejut dengan Kritik Keras Sergio Perez ke Red Bull
© Red Bull Content Pool

Helmut Marko mengaku terkejut dengan kritik keras yang dilontarkan Sergio Perez terhadap Red Bull Racing, menyebut pernyataan mantan pembalapnya itu sebagai sesuatu yang “cukup mengejutkan”.

 

Perez bergabung dengan Red Bull menjelang musim 2021 untuk menggantikan Alex Albon, setelah pembalap asal Meksiko itu kehilangan kursinya di Formula 1 akibat kontraknya tidak diperpanjang oleh Force India. Langkah Red Bull kala itu secara efektif menyelamatkan karier Perez di F1.

 

Selama empat musim bersama tim berbasis Milton Keynes tersebut, Perez mencatatkan periode yang penuh dinamika. Ia meraih lima kemenangan grand prix, namun tidak pernah secara konsisten mampu menandingi performa rekan setimnya, Max Verstappen. Seiring waktu, performanya menurun drastis, hingga akhirnya kontraknya diputus pada akhir musim 2024.

Kepergian Perez dari Red Bull membuatnya menjalani satu musim sabbatical pada 2025, sebelum dipastikan kembali ke grid Formula 1 bersama Cadillac pada musim berikutnya.

ADVERTISEMENT

 

Namun, hubungan Perez dengan Red Bull tampaknya tidak berakhir dengan nada positif. Dalam sebuah penampilan di podcast Cracks, Perez melontarkan kritik tajam terhadap lingkungan internal tim selama ia membela Red Bull.

“Di Red Bull, semuanya selalu menjadi masalah,” kata Perez.
“Jika saya sangat cepat, itu masalah, karena atmosfer di dalam tim menjadi sangat tegang.”

“Jika saya lebih cepat dari Max, itu masalah. Jika saya lebih lambat dari Max, itu juga masalah. Jadi semuanya adalah masalah.”

“Dari situ saya juga belajar banyak: ‘Oke, inilah situasi yang saya hadapi’.”

Selama berada di Red Bull, Perez secara jelas berperan sebagai pembalap nomor dua. Performanya pada musim 2024 bahkan disebut berkontribusi besar terhadap kegagalan Red Bull mempertahankan gelar konstruktor, yang akhirnya direbut oleh McLaren.

Menanggapi pernyataan Perez tersebut, Marko memberikan sudut pandang yang berbeda, dengan menekankan konteks bagaimana karier Perez berada sebelum bergabung dengan Red Bull.

Berbicara kepada ORF, Marko mengungkapkan keterkejutannya terhadap kritik yang disampaikan Perez.

“Itu agak mengejutkan, karena kita tidak boleh lupa bahwa Checo Pérez tidak memiliki kontrak saat itu,” ujar Marko.

“Dia dikeluarkan dari tim balap yang secara praktis dia bantu pertahankan keberadaannya.”

Marko juga mengingatkan kembali periode terbaik Perez bersama Red Bull, khususnya pada musim 2022.

“Saya tidak tahu persis berapa banyak balapan yang dia menangkan, tetapi terutama pada 2022, dia sempat berada dalam perburuan gelar juara dunia untuk beberapa waktu,” lanjutnya.

Meski mengakui bahwa performa Perez pada akhirnya menurun, Marko menegaskan bahwa kerja sama dengan Red Bull tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan karier pembalap Meksiko tersebut.

“Bahwa pada akhirnya dia berhenti tampil maksimal memiliki beberapa alasan,” kata Marko.
“Namun secara keseluruhan, saya pikir Checo membangun kariernya bersama kami.”

Pernyataan Marko tersebut menegaskan perbedaan pandangan antara kedua pihak terkait periode kebersamaan mereka di Red Bull. Di satu sisi, Perez menyoroti tekanan dan dinamika internal yang ia rasakan, sementara di sisi lain, Red Bull memandang kolaborasi tersebut sebagai fase penting yang justru memperpanjang dan memperkaya karier Perez di Formula 1.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU