Helmut Marko Balas Kritik Pedas Toto Wolff Soal Kesalahan Kimi Antonelli di Qatar GP 2025

Helmut Marko Balas Kritik Pedas Toto Wolff Soal Kesalahan Kimi Antonelli di Qatar GP 2025
Helmut Marko Balas Kritik Pedas Toto Wolff Soal Kesalahan Kimi Antonelli di Qatar GP 2025

Formula 1, Sportrik MediaHelmut Marko menegaskan sikapnya meski dikecam habis-habisan oleh Toto Wolff yang menyebutnya "brainless" atas tuduhan bahwa Kimi Antonelli sengaja membiarkan Lando Norris lewat di Grand Prix Qatar 2025.

Insiden terjadi di lap terakhir balapan Lusail International Circuit, di mana Antonelli—pembalap muda Mercedes—mengalami dua kesalahan beruntun di Turn 9 dan 10, memungkinkan pemimpin klasemen pembalap McLaren merebut posisi keempat. Poin tambahan dua itu krusial bagi Norris, yang kini unggul 12 poin atas Max Verstappen dari Red Bull Racing, sehingga finis ketiga di Abu Dhabi sudah cukup mengunci gelar pertamanya.

 

Marko bukan satu-satunya dari kubu Red Bull yang mengomentari momen tersebut. Insinyur balap Verstappen, Gianpiero Lambiase, langsung menyuarakan kecurigaannya via radio tim. "Tidak yakin apa yang terjadi pada Antonelli, Max. Sepertinya dia hanya menepi dan membiarkan Norris lewat," ujar Lambiase saat balapan berlangsung. Wolff segera berbicara dengan Lambiase pasca-finishing untuk menjernihkan udara, menjelaskan bahwa kesalahan Antonelli murni akibat kurangnya kecepatan masuk di tikungan sebelumnya.

Wolff, yang marah besar atas tuduhan Marko, menyoroti pertarungan Mercedes melawan Red Bull untuk posisi kedua klasemen konstruktur—dengan keunggulan 33 poin dan hanya 43 poin tersisa di Yas Marina. "Bless him, Helmut. Ini omong kosong total yang membuatku terkejut mendengarnya. Kami sedang berjuang untuk P2, yang penting bagi kami. Kimi berjuang untuk P3 potensial. Bagaimana bisa sekonyol itu mengatakan hal seperti ini?" tegas Wolff kepada media, termasuk RacingNews365. Ia menambahkan bahwa tuduhan itu mengganggu, terutama di tengah kekecewaan atas performa tim di mana George Russell dan Antonelli finis keenam dan kelima akibat kemacetan lalu lintas.

Marko, berusia 82 tahun, tak bergeming saat dimintai tanggapan atas kemarahan Wolff. Dalam wawancara dengan Motorsport Magazin, ia malah menggandakan tuduhannya. "Antonelli? Jika salah seperti itu dua kali, tentu bisa disebut begitu. Itu terjadi dua kali. Dua kali. Lalu bagian bawah tidak rusak, saya pikir. Saya bisa balas begini: Orang harus lihat rekamannya. Lagipula, itu bukan sekali saja." Marko menekankan bahwa pola kesalahan Antonelli—termasuk saat membiarkan Oscar Piastri lewat lebih awal—terlihat mencurigakan, meski tanpa bukti kerusakan mobil.

ADVERTISEMENT

 

Analisis mendalam menunjukkan insiden ini memperumit dinamika akhir musim. Bagi Red Bull, tuduhan Marko mencerminkan frustrasi atas peluang gelar Verstappen yang kini bergantung pada kemenangan di Abu Dhabi. Sementara itu, Mercedes fokus mempertahankan P2 konstruktur, di mana poin Antonelli sangat berharga. Opini di X mencerminkan polarisasi: Banyak penggemar mendukung Wolff, menyebut tuduhan Marko sebagai "omong kosong emosional," sementara yang lain meminta investigasi FIA atas rekaman on-board. Perbandingan dengan insiden serupa di masa lalu, seperti kontroversi team order Ferrari 2022, menegaskan betapa sensitifnya tuduhan ini di F1.

 

Wolff juga mengungkapkan kekecewaan atas balapan secara keseluruhan, di mana Mercedes kehilangan posisi karena efek turbulensi di akhir era mobil ground-effect. "Ketika George di udara bebas, ia catat 23,2 detik—sekitar satu detik lebih cepat. Tapi di kemacetan, performa ban anjlok, dan sulit pulih," jelasnya. Hal ini menyoroti tantangan strategis Mercedes di bawah regulasi 2025, di mana posisi trek menjadi penentu.

 

Meski ketegangan antara dua Austria ini—Marko dan Wolff—meningkat, keduanya punya sejarah hubungan baik. Namun, insiden Qatar ini bisa memengaruhi suasana paddock di Abu Dhabi. Prospeknya, Antonelli sebagai rookie berusia 18 tahun diharapkan belajar dari kesalahan, sementara Norris mendekati gelar. Dengan Pirelli sebagai pemasok ban yang mendukung degradasi rendah di Lusail, balapan penutup di Yas Marina diprediksi lebih kompetitif. Pantau terus update di Sportrik.com.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU