Formula 1, Sportrik Media – Lewis Hamilton dari Scuderia Ferrari dan Charles Leclerc membagikan pernyataan yang menekankan pentingnya kesatuan tim hanya beberapa jam setelah dikritik oleh ketua Ferrari, John Elkann. Kritik ini muncul pasca-kegagalan tim di Grand Prix Brasil 2025, di mana Elkann menyerukan agar kedua pembalap "lebih sedikit bicara dan fokus mengemudi," menyoroti ketegangan internal yang mengancam ambisi gelar Ferrari di 2026. Respons cepat dari Hamilton dan Leclerc, yang diposting di media sosial, bertujuan meredam spekulasi perpecahan, sambil mengakui tantangan musim ini sebagai peluang untuk perbaikan kolektif.
Kritik Elkann, yang disampaikan melalui wawancara dengan Corriere della Sera, datang di tengah musim buruk Ferrari yang hanya meraih satu kemenangan sepanjang 2025, tertinggal 120 poin dari Red Bull di klasemen konstruktor. Elkann secara eksplisit menyoroti Hamilton dan Leclerc karena "terlalu banyak berbicara" tentang masalah teknis, seperti kegagalan aerodinamika SF-25 di Interlagos, daripada berkontribusi pada solusi.
"Ferrari membutuhkan pembalap yang lebih sedikit berpikir dan lebih banyak mengemudi," ujarnya, sebuah pernyataan yang memicu gelombang reaksi di kalangan penggemar dan media. Hamilton, yang menyebut musim debutnya di Maranello sebagai "nightmare" setelah pensiun dari Mercedes, merespons dengan pesan dukungan: "Kami bersatu sebagai tim, belajar dari kesalahan, dan siap bangkit lebih kuat." Leclerc, yang finis kedelapan di Brasil setelah start dari pit lane, menambahkan, "Fokus kami adalah pada kemajuan bersama ini saatnya kami tunjukkan komitmen penuh untuk Ferrari."
Analisis mendalam mengungkapkan bahwa pernyataan bersama ini bukan sekadar keramahan publik, melainkan strategi untuk menstabilkan dinamika internal Ferrari di bawah Frederic Vasseur sebagai team principal. Musim 2025 Ferrari ditandai oleh inkonsistensi, dengan Hamilton meraih tiga podium tetapi gagal finis di empat ronde terakhir, sementara Leclerc kesulitan dengan kualifikasi basah.
Kritik Elkann, meskipun tajam, selaras dengan sejarah Ferrari yang sering kali bergantung pada harmoni pembalap untuk kesuksesan, seperti era Schumacher. Namun, ini juga menimbulkan pertanyaan: Apakah Hamilton, dengan pengalaman tujuh gelar dunianya, akan mentolerir intervensi eksekutif, atau justru mempercepat adaptasinya? Dibandingkan dengan Max Verstappen dari Red Bull Racing, yang mendominasi tanpa drama internal, duo Ferrari tampak rentan terhadap tekanan media. Respons Leclerc, yang menekankan "persatuan," mencerminkan kedewasaannya pasca-kesalahan strategis di Monza, sementara Hamilton's backtrack dari komentar "nightmare" menunjukkan diplomasi politiknya yang terlatih.
Dalam konteks klasemen 2025, Ferrari duduk di posisi ketiga konstruktor, unggul 15 poin atas McLaren berkat poin konsisten dari Carlos Sainz, yang absen karena cedera di akhir musim. Pernyataan Hamilton dan Leclerc tiba tepat sebelum tes pasca-musim di Abu Dhabi, di mana pengembangan SF-26 akan diuji.
Elkann, sebagai pemimpin Ferrari, tampaknya menggunakan kritik ini untuk memotivasi, mirip dengan pendekatan Christian Horner di Red Bull. Namun, jika tidak ditangani dengan hati-hati, ini bisa memperburuk rumor ketidakpuasan Hamilton, yang kontraknya hingga 2026 termasuk klausul performa. Penggemar F1, seperti yang terlihat di forum Reddit, banyak yang menyarankan Hamilton untuk "fokus pada trek" daripada wawancara, menekankan bahwa kesuksesan Ferrari bergantung pada sinergi pembalap daripada narasi eksternal.
I back my team. I back myself. I will not give up. Not now, not then, not ever. Thank you, Brazil, always 🇧🇷 pic.twitter.com/bU4gAdCOb4
I back my team. I back myself. I will not give up. Not now, not then, not ever. Thank you, Brazil, always 🇧🇷 pic.twitter.com/bU4gAdCOb4
— Lewis Hamilton (@LewisHamilton) November 10, 2025
Secara keseluruhan, pernyataan persatuan dari Hamilton dan Leclerc menjadi katalisator potensial untuk membalikkan narasi negatif pasca-Brasil, dengan prospek 2026 yang bergantung pada resolusi konflik ini. Jika Ferrari mampu menyatukan visi Elkann dengan talenta pembalapnya, Maranello bisa kembali ke peta juara; sebaliknya, ini berisiko menjadi babak baru dalam sejarah dramatis tim Italia. Untuk pembaruan terkini, kunjungi Sportrik.com.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!