Pembalap muda penuh potensi, Isack Hadjar, harus menelan pil pahit setelah masalah teknis merenggut peluang emasnya finis di zona podium GP Bahrain yang berlangsung dalam kondisi trek basah di Sirkuit Sepang. Sepanjang akhir pekan, sang debutan Formula 1 ini tampil sangat kompetitif dan menunjukkan kecepatan yang menjanjikan, termasuk saat mengamankan posisi start ketiga dalam sesi kualifikasi yang ketat.
Kendati demikian, Isack Hadjar harus rela turun ke posisi kedelapan di grid akibat penalti penalti turun posisi yang harus dijalaninya. Memulai balapan menggunakan ban intermediate di bawah cuaca yang menantang, ia mampu melakukan pembacaan balapan yang luar biasa, merangsek ke barisan depan, dan bahkan sempat mengamankan posisi keempat sebelum periode mobil keselamatan (safety car) dikibarkan menjelang akhir lomba.
Keberuntungan sempat berpihak ketika George Russell mengalami masalah unit daya tepat di depannya, yang otomatis mempromosikan Isack Hadjar naik ke posisi ketiga. Namun, mimpi manis tersebut seketika hancur lebur begitu balapan dilanjutkan kembali setelah mobil keselamatan masuk pit, menyusul kegagalan sistem baterai pada mobilnya yang membuatnya menjadi mangsa empuk di lintasan lurus.

Dilansir dari Crash.net, Isack Hadjar tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya usai garis finis dilintasi di posisi kelima, di mana ia harus rela disalip oleh duo pebalap Ferrari, Lewis Hamilton dan Charles Leclerc. "Saya tidak punya kecepatan, tetapi ada yang salah. Bahkan dibandingkan dengan Mercedes, di mana sepanjang akhir pekan kami lebih cepat. Dan sekarang, dalam balapan, kami sama sekali tidak ada apa-apanya," ungkap Isack Hadjar dengan nada geram.
Ia menambahkan secara spesifik mengenai insiden tersebut, "Saya tidak tahu bagaimana akhirnya kami kehabisan baterai. Jadi di lintasan lurus, saya tidak bisa bertahan melawan Ferrari. Kami kehilangan posisi karena hal yang sangat bodoh. Hamilton tertinggal 15 detik di belakang saya, dan kemudian dalam beberapa puturan ia sudah berada di belakang saya. Jadi ketika, sepanjang akhir pekan saya benar-benar lebih cepat. Kita perlu memperbaiki masalah ini kembali di Singapura dan melakukan yang lebih baik."
Selain masalah kelistrikan yang mendadak ngadat, Isack Hadjar juga mengeluhkan kendala cengkeraman ban (grip) yang parah bahkan sejak ia masih berada di belakang mobil keselamatan. Di sisi garasi tim yang sama, rekan setimnya yakni Max Verstappen justru berhasil merengkuh kemenangan perdana bagi Red Bull musim ini setelah memulai balapan dari posisi terdepan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!