SPONSORED

Bagnaia Frustrasi di Motegi: Masalah Utama Bukan Fisik tapi Laju Motor

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Bagnaia Frustrasi di Motegi: Masalah Utama Bukan Fisik tapi Laju Motor
TO NEWS OVERVIEW
Bagnaia Frustrasi di Motegi: Masalah Utama Bukan Fisik tapi Laju Motor

Akhir pekan yang suram kembali harus ditelan oleh Pecco Bagnaia dalam rangkaian balapan MotoGP di Sirkuit Motegi. Tahun lalu, Grand Prix Jepang menjadi salah satu panggung terbaik bagi sang pembalap Italia tersebut lewat sapu bersih kemenangan di sesi Sprint dan balapan utama, di mana ia tampil superior. Namun, situasi berbalik drastis pada musim 2026 ini, di mana ia harus puas finis di posisi kedelapan pada balapan hari Minggu, terpaut jarak jauh hingga 20 detik dari sang pemenang.

Permasalahan pelik yang terus mendera sepanjang akhir pekan membuat sang juara dunia kesulitan untuk sekadar mendekati barisan terdepan. Bagnaia bahkan sempat mengalami insiden retire pada sesi Sprint akibat kendala ban saat posisinya berada di luar zona angka. Berbicara kepada media, ia mengakui bahwa hasil kedelapan di balapan utama diraih berkat terbantu oleh jatuhnya beberapa pembalap lain serta hukuman penalti yang diterima rival.

Dalam analisis mendalam usai balapan, Bagnaia menyoroti ketimpangan performa yang sangat masif di atas lintasan. Dilansir dari FormulaPassion, ia secara terbuka menyatakan bahwa selisih kecepatan dirinya dengan para pembalap terdepan sangatlah besar. “Tanta difficolta, abbiamo provato a fare il massimo. Sono caduti diversi piloti, altri hanno avuto il Long Lap, quindi alla fine abbiamo un po’ sfruttato questa situazione qui. Pero e molto difficile, ho provato a fare diverse cose durante la gara per vedere se posso fare qualcosa di diverso io. La differenza rispetto ai piu veloci – Marc e anche Alex – e veramente tanta, vedendo i dati,” ujar Bagnaia kepada Sky Italia.

Tudingan Ducati Bergantung pada Marc Marquez, Ini Respons Dall'Igna
Baca JugaTudingan Ducati Bergantung pada Marc Marquez, Ini Respons Dall'Igna

Persoalan teknis juga merembet pada pemilihan kompon ban, khususnya opsi ban keras yang dihindari oleh para kontestan akibat trauma masa lalu dengan spesifikasi kompon serupa. Ketidaktahuan atas karakter aspal baru serta karakteristik kompon ban membuat potensi tersembunyi gagal dimanfaatkan secara maksimal. Kendati demikian, akar permasalahan utama bukanlah pada aspek pemilihan ban semata, melainkan pada karakter traksi dan pengereman motor yang tidak merespons sesuai keinginan di setiap tikungan.

ADVERTISEMENT

Ketika disinggung mengenai sumber kelelahannya, apakah lebih condong ke faktor fisik atau tekanan psikologis, Bagnaia memberikan respons yang sangat tegas. “Nessuna delle due, e fatica ad andar forte. Quando arrivi in staccata la moto non decelera e quando entro in curva non avendo decelerato, non sono nella posizione giusta. Piu stacco piano e meno decelera, ed e come se dovessi staccare sempre in ‘stoppie’. Quello e l’unico modo che ho di fermarla e non riesci a farlo tutti i giri e ti esponi ad una moto piu nervosa. Devo dire che il mio team a livello di mappature elettroniche e di setup ha fatto un bel lavoro, ma piu di cosi non possiamo fare. Vediamo una mancanza di velocita in generale dalla telemetria e ci limita tanto,” tegasnya menutup evaluasi.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU