SPONSORED

Gunther Steiner Bedah Kelemahan Fatal Charles Leclerc Dibandingkan Para Juara Dunia

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0 Google Add us as preferred source
Gunther Steiner Bedah Kelemahan Fatal Charles Leclerc Dibandingkan Para Juara Dunia
TO NEWS OVERVIEW
Lewis Hamilton, Max Verstappen und Charles Leclerc© XPB

Insiden menegangkan di lintasan antara dua pembalap Scuderia Ferrari kembali menjadi sorotan tajam para pengamat motorsport global. Ketegangan yang melibatkan Lewis Hamilton dan Charles Leclerc saat berebut jengkal demi jengkal aspal sirkuit dinilai sebagai konsekuensi logis dari ambisi besar dua pembalap top dalam satu garasi.

Mantan prinsipal tim Haas, Gunther Steiner, memberikan analisis blak-blakan mengenai dinamika persaingan internal di kubu Kuda Jingkrak tersebut. Berbicara dalam siniar Red Flag, Steiner menyoroti bagaimana perbedaan pendekatan mental menjadi pembeda utama antara bintang asal Monako itu dengan para juara dunia mapan lainnya di grid Formula 1.

Steiner menilai bahwa Leclerc kerap membiarkan emosinya mengambil alih kendali di tengah ketatnya persaingan trek. Menurutnya, pembalap bernomor mobil 16 tersebut kurang melakukan kalkulasi matang jika dibandingkan para rival utamanya yang tampil jauh lebih dingin dan penuh perhitungan strategis.

Charles Leclerc Ungkap Hasil Pertemuan Tertutup dengan Lewis Hamilton Usai Ketegangan GP Meksiko
Baca JugaCharles Leclerc Ungkap Hasil Pertemuan Tertutup dengan Lewis Hamilton Usai Ketegangan GP Meksiko

"Saya percaya bahwa Leclerc terlalu terbawa oleh emosi tanpa berpikir panjang. Bintang-bintang lainnya justru mengkalkulasi setiap langkah mereka secara matang. Dalam aspek ini, Leclerc belum berada di level Verstappen, Alonso, dan Hamilton yang jauh lebih tenang dan jarang melakukan kesalahan, sementara Leclerc terkadang masih sering ceroboh," ujar Steiner.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Steiner menegaskan bahwa karakter berapi-api yang dimiliki Leclerc justru menjadi pedang bermata dua dalam perburuan gelar juara dunia Formula 1. Ia membandingkan pendekatan tersebut dengan kedewasaan mental para pemegang takhta juara yang lebih mengutamakan konsistensi poin ketimbang sekadar adu gengsi sesaat di atas lintasan.

"Leclerc jauh lebih berapi-api daripada ketiga pembalap yang saya sebutkan tadi, dan satu pembalap lain yang bisa saya tambahkan adalah Kimi Antonelli. Jika kita memperhitungkan usianya, ia terbukti sangat tanggap dan penuh perhitungan di dalam balapan," imbuh Steiner.

Pengamat asal Italia tersebut menutup analisisnya dengan memuji kematangan luar biasa yang ditunjukkan oleh pembalap muda andalan Mercedes dalam mengamankan hasil optimal di setiap seri balapan tanpa harus memaksakan risiko berlebihan yang merugikan tim.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU