SPONSORED

George Russell Ungkap Tekanan Sebenarnya di Tengah Dominasi Kimi Antonelli

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
George Russell Ungkap Tekanan Sebenarnya di Tengah Dominasi Kimi Antonelli
TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

George Russell menegaskan bahwa tekanan terbesar yang dirasakannya pada Formula 1 2026 bukan semata-mata datang dari perebutan gelar juara dunia. Di tengah dominasi rekan setimnya, Kimi Antonelli, pembalap Mercedes itu justru menempatkan peningkatan performa sebagai prioritas utama.

Russell saat ini berada di posisi kedua klasemen pembalap dengan 211 poin, tertinggal 81 angka dari Antonelli. Pembalap muda Mercedes tersebut telah meraih delapan kemenangan dari 14 seri, sementara Russell baru mengamankan dua kemenangan sepanjang musim.

Kesenjangan tersebut membuat peluang Russell untuk mengejar gelar semakin berat. Setelah Grand Prix Spanyol di Madrid, Russell bahkan mengakui bahwa posisi dalam perebutan titel sudah berada di luar kendalinya. Namun, kondisi itu tidak mengubah pendekatannya setiap akhir pekan.

Hamilton Dituduh Lemahkan Vasseur di Tengah Spekulasi Ferrari
Baca JugaHamilton Dituduh Lemahkan Vasseur di Tengah Spekulasi Ferrari

"Saya akan terus berjuang di setiap balapan sampai secara matematis tidak mungkin, tetapi itu tidak mengubah bagaimana saya menjalankan pekerjaan," ujar Russell menjelang Grand Prix Azerbaijan.

ADVERTISEMENT

Menurut Russell, targetnya tetap sama: meraih kemenangan dan menempatkan Mercedes di pole position setiap kali kesempatan tersedia. Selisih poin dengan Antonelli untuk sementara tidak menjadi fokus utama.

"Saya ingin mencoba memenangkan setiap balapan dan menempatkannya di pole setiap balapan. Itulah tujuan saya. Itulah yang saya kerjakan setiap akhir pekan," kata Russell.

Tekanan Russell Berasal dari Performa, Bukan Gelar

Russell kemudian menjelaskan bahwa tekanan yang dia rasakan sebenarnya sudah muncul sejak awal musim. Alih-alih membebani diri dengan target menjadi juara dunia, ia lebih menuntut dirinya sendiri untuk menemukan peningkatan performa.

ADVERTISEMENT

"Saya rasa sebelumnya saya juga tidak benar-benar memberikan tekanan kepada diri sendiri dari sudut pandang kejuaraan. Saya memberikan tekanan kepada diri sendiri dari perspektif performa," jelasnya.

Russell menilai posisi klasemennya saat ini merupakan konsekuensi dari performa yang belum cukup kuat untuk menandingi Antonelli secara konsisten. Karena itu, fokus utamanya bukan sekadar memangkas defisit poin, melainkan menemukan kecepatan yang dibutuhkan untuk kembali berada dalam posisi memenangkan balapan.

"Saya berada di posisi ini di kejuaraan karena performanya belum cukup kuat. Jadi, tekanan itu sudah datang dari upaya meningkatkan performa, bukan berpikir bahwa saya harus bertarung untuk kejuaraan, karena Anda hanya bisa bertarung untuk kejuaraan jika memiliki performa," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Masalah Teknis Ikut Mengganggu Musim Russell

Perjalanan Russell musim ini juga tidak sepenuhnya ditentukan oleh kecepatan mobil. Mercedes sempat menghadapi sejumlah persoalan teknis yang menghambat peluangnya mengumpulkan poin lebih besar.

Russell mengalami masalah kecepatan di lintasan lurus pada Grand Prix Inggris dan Belgia akibat persoalan kalibrasi perangkat lunak pada sistem deployment energi hybrid Mercedes. Ia juga kehilangan kemenangan di Kanada setelah mengalami kegagalan elektronik pada unit daya ketika sedang memimpin balapan.

Meski demikian, Russell tetap menempatkan performa sebagai sasaran utama. Dengan musim yang masih menyisakan balapan, pembalap Inggris tersebut memilih mempertahankan target yang sama: mencari pole position, memenangkan balapan, dan terus meningkatkan level performanya bersama Mercedes.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU