SPONSORED

Red Bull Dorong FIA Evaluasi Ulang Aturan ADUO F1 2026

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Red Bull Dorong FIA Evaluasi Ulang Aturan ADUO F1 2026
TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Red Bull membuka peluang pembahasan lanjutan dengan FIA dan para produsen power unit Formula 1 terkait aturan Additional Upgrade and Development Opportunities atau ADUO.

Team principal Red Bull, Laurent Mekies, menilai mekanisme tersebut masih dapat dikembangkan setelah penerapan pertamanya pada era regulasi power unit baru F1 2026. Red Bull bahkan menyatakan siap kembali berdiskusi dengan FIA serta para produsen mesin lainnya mengenai penyempurnaan aturan tersebut.

Dalam penerapan awal ADUO, Red Bull Powertrains (RBPT) dinilai FIA sebagai benchmark dalam aspek pengembangan yang diukur oleh sistem tersebut. Namun, RBPT justru tidak mendapatkan jatah ADUO untuk musim 2026 maupun 2027.

George Russell Ungkap Tekanan Sebenarnya di Tengah Dominasi Kimi Antonelli
Baca JugaGeorge Russell Ungkap Tekanan Sebenarnya di Tengah Dominasi Kimi Antonelli

Sementara itu, Mercedes High Performance Powertrains (HPP) memperoleh satu jatah ADUO untuk masing-masing musim 2026 dan 2027. Audi, Ferrari, serta Honda mendapatkan dua jatah pengembangan per tahun karena dinilai masih berada di belakang RBPT dan Mercedes dalam parameter yang digunakan FIA.

ADVERTISEMENT

Red Bull Ingin Ada Pembahasan Lanjutan

Keputusan tersebut sempat memunculkan pertanyaan dari pihak RBPT. Mekies mengatakan Red Bull telah menyampaikan pandangannya kepada FIA dan para produsen power unit lain, tetapi kini timnya ingin mengalihkan perhatian pada pekerjaan yang dapat dilakukan di dalam regulasi yang berlaku.

"Kami tentu akan menyambut diskusi mengenai bagaimana regulasi ADUO dapat dikembangkan. Saya yakin cepat atau lambat kami akan melakukan pembahasan tersebut bersama FIA dan para produsen PU," ujar Mekies.

Menurutnya, Red Bull telah menjelaskan bagian-bagian dari mekanisme ADUO yang dianggap dapat disepakati maupun yang masih menjadi perbedaan pandangan.

ADVERTISEMENT

"Pada tahap tertentu, kami perlu berkonsentrasi pada diri sendiri dan melakukan pekerjaan sebaik mungkin dengan regulasi yang kami miliki," lanjut Mekies.

ADUO sendiri hanya mengukur performa dan peluang pengembangan mesin pembakaran internal. Sistem tersebut tidak menghitung sistem baterai, padahal komponen elektrifikasi menyumbang sekitar setengah dari output tenaga power unit F1 2026.

Audi Juga Menilai ADUO Masih Perlu Disempurnakan

Pandangan Red Bull mendapat konteks tambahan dari Audi. Produsen asal Jerman tersebut menjalani musim debutnya di Formula 1 dengan power unit yang dikembangkan secara mandiri dan mendapatkan dua jatah ADUO per tahun.

ADVERTISEMENT

CEO Audi, Mattia Binotto, menilai konsep ADUO masih memiliki fungsi penting, tetapi mekanismenya membutuhkan penyempurnaan.

Binotto menjelaskan bahwa ADUO pada dasarnya dibuat sebagai pengaman bagi produsen yang tertinggal sekaligus membantu menciptakan konvergensi performa di antara para produsen power unit.

"Konsep ADUO masih valid. Penyempurnaan diperlukan," kata Binotto.

ADVERTISEMENT

Menurut Binotto, regulasi tersebut perlu terus dievaluasi agar kesempatan pengembangan yang diberikan kepada satu produsen tetap sesuai dengan tujuan awalnya sebagai mekanisme pengaman dan sarana konvergensi.

"Bagaimana mengembangkan regulasi yang lebih baik, menurut saya, adalah pembahasan yang memang perlu kita lakukan bersama FIA," tambahnya.

Dengan Red Bull dan Audi sama-sama membuka ruang untuk penyempurnaan, pembahasan mengenai ADUO berpotensi kembali menjadi agenda antara FIA dan seluruh produsen power unit F1 dalam fase awal era regulasi mesin baru.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU