Formula 1, Sportrik Media - Gabriel Bortoleto mengungkapkan kelemahan utama Audi F1 Team pada awal musim Formula 1 2026, dengan masalah start yang dinilai sangat buruk dan berdampak langsung pada hasil balapan.
Pabrikan asal Jerman tersebut sempat mencuri perhatian dengan meraih poin pada seri pembuka di Australia, menandai debut kompetitif yang menjanjikan. Namun, performa tersebut gagal dipertahankan secara konsisten, terutama pada Grand Prix Jepang, di mana Bortoleto memulai balapan dari posisi sembilan tetapi kehilangan banyak posisi sejak lap pertama.
Situasi serupa juga dialami rekan setimnya, Nico Hulkenberg, yang turut mengalami penurunan posisi signifikan setelah start. Kedua pembalap akhirnya gagal finis di zona poin, menegaskan bahwa masalah awal balapan menjadi faktor krusial yang menghambat performa tim.

Bortoleto secara terbuka menyebut bahwa prosedur start sebenarnya tidak jauh berbeda antar tim, namun beberapa tim berhasil mengoptimalkan pengaturan mobil untuk mendapatkan traksi yang lebih baik saat lampu start padam.
“Prosedurnya sangat mirip untuk semua tim, tetapi ada tim yang mengembangkan mobilnya dengan pendekatan berbeda untuk mendapatkan start yang lebih baik,” ujar Bortoleto.
Ia menegaskan bahwa tim tidak mengantisipasi bahwa aspek start akan menjadi kelemahan sebesar ini pada awal musim, terutama dalam konteks regulasi power unit baru yang memperkenalkan karakteristik berbeda dalam respons tenaga.
“Kami tidak mengira akan sesulit ini untuk start. Kenyataannya, sejauh ini sangat buruk. Kami tahu ini sangat sulit bagi kami, dan kami harus memperbaikinya,” lanjutnya.
Masalah ini tidak hanya dialami Audi, karena beberapa pabrikan lain juga menghadapi tantangan serupa dalam menyesuaikan sistem power unit generasi 2026. Namun, tingkat kesulitan yang dialami Audi dinilai lebih signifikan, terutama dalam menjaga posisi saat fase awal balapan.
Bortoleto juga mengakui bahwa solusi terhadap masalah ini tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Ia menilai bahwa meskipun perbaikan bertahap mungkin dilakukan, mengejar level performa tim papan atas seperti Scuderia Ferrari dan Mercedes-AMG Petronas Formula One Team dalam aspek start akan menjadi tantangan besar.
“Kami bisa memperbaiki sedikit, tetapi tidak dalam waktu dekat untuk menyamai Ferrari. Bahkan dengan Mercedes, kami masih akan kesulitan,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Audi kini menghadapi tekanan untuk segera menemukan solusi teknis yang efektif, terutama dalam mengoptimalkan traksi dan distribusi tenaga saat start. Performa di fase awal balapan akan menjadi faktor penentu dalam upaya mereka untuk bersaing di papan tengah.
Ke depan, kemampuan Audi dalam mengatasi kelemahan ini akan sangat menentukan arah perkembangan mereka sepanjang musim 2026, terutama dalam menjaga konsistensi hasil di tengah persaingan yang semakin ketat di grid Formula 1.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!