MotoGP, Sportrik Media - Francesco Bagnaia datang ke MotoGP Brasil 2026 dengan target bangkit setelah menjalani seri pembuka yang sulit di Thailand. Pembalap Ducati Lenovo Team tersebut finis di posisi kesembilan pada balapan utama di Sirkuit Internasional Chang, hasil yang membuatnya kehilangan poin penting pada awal musim MotoGP World Championship.
Akhir pekan di Buriram menjadi tantangan besar bagi Bagnaia. Ia mengalami kesulitan dengan manajemen ban belakang dalam kondisi suhu lintasan yang sangat tinggi. Setelah balapan, tim Ducati melakukan evaluasi teknis secara mendalam untuk memahami penyebab degradasi ban dan memastikan masalah serupa tidak kembali terjadi pada seri berikutnya.
Hasil tersebut juga membuat Bagnaia harus segera memangkas jarak poin dari para rivalnya di klasemen awal musim. Pembalap seperti Pedro Acosta dan Marco Bezzecchi memulai musim dengan hasil lebih kuat. Bezzecchi bahkan meraih kemenangan pada seri Thailand bersama Aprilia Racing.

Menghadapi MotoGP Brasil di sirkuit baru bagi sebagian besar pembalap, Ducati diperkirakan akan mengandalkan pendekatan berbasis data untuk mempercepat adaptasi. Tim teknik Ducati menaruh perhatian pada pemetaan elektronik dan engine mapping yang fleksibel agar motor Desmosedici dapat menyesuaikan diri dengan karakter aspal Goiania yang belum sepenuhnya dipahami.

Selain itu, stabilitas pengereman menjadi fokus utama bagi Bagnaia. Tata letak Autodromo Internacional Ayrton Senna memiliki beberapa sektor teknis yang menuntut kontrol bagian depan motor saat pengereman keras, area yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Bagnaia ketika setelan motor berada pada kondisi optimal.
Di sisi lain, Bagnaia juga harus mewaspadai persaingan internal di Ducati. Rekan setimnya, Marc Marquez, tetap dianggap sebagai ancaman utama meskipun gagal meraih poin pada seri pembuka. Duel antara kedua pembalap tersebut berpotensi menjadi salah satu sorotan utama sepanjang akhir pekan MotoGP Brasil 2026.
Dengan tekanan untuk segera kembali ke persaingan papan atas, MotoGP Brasil menjadi kesempatan penting bagi Bagnaia untuk memulihkan momentum musimnya sebelum kejuaraan berlanjut ke seri berikutnya dalam kalender MotoGP World Championship.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Jorge Martin
Aprilia Racing
|
197 |
|
2
|
|
Marco Bezzecchi
Aprilia Racing
|
186 |
|
3
|
|
Fabio Di Giannantonio
Pertamina Enduro VR46 Racing Team
|
184 |
|
4
|
|
Ai Ogura
Trackhouse MotoGP Team
|
174 |
|
5
|
|
Marc Marquez
Ducati Lenovo Team
|
165 |
|
6
|
|
Raul Fernandez
Trackhouse MotoGP Team
|
143 |
|
7
|
|
Pedro Acosta
Red Bull KTM Factory Racing
|
135 |
|
8
|
|
Francesco Bagnaia
Ducati Lenovo Team
|
133 |
|
9
|
|
Alex Marquez
BK8 Gresini Racing MotoGP
|
87 |
|
10
|
|
Fermin Aldeguer
BK8 Gresini Racing MotoGP
|
76 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Aprilia
|
279 |
|
2
|
|
Ducati
|
269 |
|
3
|
|
KTM
|
165 |
|
4
|
|
Honda
|
95 |
|
5
|
|
Yamaha
|
51 |
Baca Juga
Pablo Nieto menilai cedera dan minim hasil membuat Maverick Vinales cepat terlupakan di tengah konflik dengan KTM dan Tech3 jelang MotoGP 2027.
David Alonso resmi naik ke MotoGP bersama Honda pada 2027 melalui kontrak multi-tahun, tetapi tim yang akan dibelanya belum diumumkan.
Fabio Quartararo resmi bergabung dengan tim pabrikan Honda melalui kontrak dua tahun untuk menghadapi era baru MotoGP mulai musim 2027.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!