Advertisement Sportrik
15s

FIA Tegaskan Tak Ada Isu Kecurangan Mesin Mercedes

FIA
© XPBimages

F1, Sportrik Media - FIA secara tegas membantah bahwa tuduhan “kecurangan” pernah dibahas dalam pertemuan terkait kontroversi rasio kompresi mesin Mercedes HPP. Isu ini mencuat setelah ditemukan celah regulasi yang memungkinkan rasio kompresi lebih tinggi dari batas awal yang dimaksudkan dalam aturan F1 2026.

Komite Penasihat Unit Daya (PUAC) dijadwalkan melakukan e-vote untuk mengubah regulasi teknis, dengan mengukur rasio kompresi mesin tidak hanya pada suhu ambien, tetapi juga pada temperatur representatif 130 derajat Celsius. Perubahan ini direncanakan mulai berlaku Agustus 2026.

Kontroversi bermula ketika Mercedes HPP mengembangkan sistem yang memungkinkan rasio kompresi 18:1, sementara regulasi secara prinsip menetapkan 16:1. Celah tersebut muncul karena pengukuran dalam aturan hanya disebutkan dilakukan pada suhu ambien, bukan saat mesin beroperasi dalam kondisi panas.

Cara Nonton Formula 1 2026: Panduan Global Resmi
Baca JugaCara Nonton Formula 1 2026: Panduan Global Resmi

Sejumlah pabrikan seperti Ferrari, Audi, Honda, dan Red Bull Powertrains mendorong perubahan aturan. Untuk mengesahkan amandemen, diperlukan supermajority dalam PUAC serta persetujuan dari FIA dan Formula One Management (FOM).

Sebagai regulator teknis, FIA bertugas mencari solusi yang seimbang. Direktur teknis single-seater FIA, Nikolas Tombazis, menjelaskan bahwa tidak pernah ada pembahasan mengenai tindakan ilegal.

“Ada banyak nuansa ketika membahas hal seperti ini, karena ada maksud regulasi dan ada apa yang tertulis secara harfiah dalam aturan,” jelas Tombazis.

ADVERTISEMENT

“Menjaga rasio kompresi 16:1 adalah salah satu tujuan utama ketika regulasi ini disepakati pada 2022. Namun, menjadi jelas bahwa dari apa yang tertulis dalam aturan, ada cara di mana satu tim bisa memiliki rasio lebih tinggi. Jadi dalam diskusi, tidak pernah ada topik bahwa seseorang melakukan kecurangan atau melanggar aturan.”

Ia mengakui adanya dinamika emosional dalam diskusi, namun menegaskan posisi FIA tetap konsisten bahwa tidak ada pelanggaran hukum.

“Dengan regulasi baru, tidak terhindarkan akan ada area di mana solusi ditemukan yang melampaui maksud awal aturan. Melalui e-vote ini, kami mencoba menutup topik tersebut dan menemukan solusi.”

Tombazis juga menekankan pentingnya keseimbangan antara menjaga inovasi dan memastikan kesetaraan kompetitif. Menurutnya, regulator harus menghindari keputusan tergesa-gesa yang dapat menghambat pengembangan teknis, sembari tetap menjaga integritas regulasi.

Perdebatan ini mencerminkan kompleksitas era power unit baru F1 2026, di mana interpretasi teknis dapat memicu ketegangan antar pabrikan. Dengan rencana amandemen yang akan berlaku pertengahan musim, fokus kini tertuju pada bagaimana keputusan PUAC akan membentuk keseimbangan performa jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU