Charles Leclerc akan tampil beda di Grand Prix Singapura. Ferrari memperkenalkan race suit edisi khusus berwarna hitam legam untuk pembalap asal Monako tersebut, meninggalkan warna merah khas Maranello yang biasanya mendominasi.
Race suit ini disebut "menggambarkan malam di bawah lampu Singapura". Tidak hanya pakaian balap, Ferrari juga merilis topi edisi terbatas yang bisa dibeli penggemar mulai 5 Oktober. Langkah ini jelas upaya Scuderia memanfaatkan momen balapan malam yang ikonik di Marina Bay Street Circuit.
Reaksi fans pun beragam. Di media sosial, sebagian menyebut tampilan baru Leclerc "keren", sementara yang lain mempertanyakan alasan pemilihan Singapura. "Era Dark Leclerc telah tiba," tulis seorang penggemar di Reddit. Ada pula yang menyoroti logo HP yang dinilai mengganggu estetika.

Terlepas dari kontroversi mode, performa Leclerc musim ini masih belum konsisten. Ia kini berada di peringkat kelima klasemen pembalap dengan 167 poin, tertinggal 125 poin dari pemimpin Kimi Antonelli dan 24 poin dari rekan setimnya di Ferrari, Lewis Hamilton, yang menempati posisi ketiga.
Ferrari sendiri tengah berjuang mengembalikan performa. Kritik dari fans agar tim fokus pada fundamental balapan daripada urusan kostum dan helm mulai terdengar. Namun, gebrakan pemasaran ini tetap menarik perhatian menjelang rangkaian balapan padat.
Sebelum ke Singapura, F1 akan menggelar Grand Prix Azerbaijan pada 24-26 September, disusul Grand Prix Bahrain yang digelar di Malaysia pada 2-4 Oktober. Baru setelah itu Marina Bay menyala untuk Grand Prix Singapura pada 9-11 Oktober.
Apakah race suit hitam ini akan membawa keberuntungan bagi Leclerc? Kita tunggu saja aksinya di bawah lampu Singapura.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!