SPONSORED

Elfyn Evans Waspadai Sejarah di WRC 2025 Jelang Sardinia

Notifikasi
Luki Hidayatudin
Luki Hidayatudin
0
Elfyn Evans Waspadai Sejarah di WRC 2025 Jelang Sardinia
TO NEWS OVERVIEW
Elfyn Evans. Photo: TGR WRT / McKlein

Elfyn Evans tidak mau terlena. Meski kini hanya satu ronde tersisa di WRC 2025, pembalap Toyota itu justru mengingat kembali masa kelamnya di Monza 2020. Kala itu, ia memimpin klasemen atas Sebastien Ogier dengan selisih 14 poin, tetapi bencana di reli penutup membuat gelar sirna. Kini, dengan keunggulan 17 poin atas rekan setimnya, Sami Pajari, Evans menolak menganggap remeh situasi.

Keputusan FIA membatalkan Rally Arab Saudi karena situasi keamanan di Timur Tengah membuat kalender WRC 2025 harus dipangkas. Awalnya, musim dijadwalkan berakhir di Arab Saudi pada November, tetapi reli tersebut urung digelar. Hingga saat ini, tidak ada pengganti yang bisa disiapkan, sehingga Rally Sardinia pada awal Oktober menjadi penentu terakhir. Bagi Evans, ini adalah kesempatan emas, tetapi juga jebakan yang pernah ia alami.

“Saya rasa situasinya sangat mirip dengan 2020 ketika saya pergi ke Monza dengan keunggulan poin yang sama atas Seb. Saya punya banyak pengalaman tentang apa yang tidak boleh dilakukan,” ujar Evans kepada Motorsport.com. “Situasi ini jauh lebih tidak pasti daripada yang terlihat di atas kertas.”

Juha Kankkunen Ungkap Alasan Toyota Tunda Keputusan Besar
Baca JugaJuha Kankkunen Ungkap Alasan Toyota Tunda Keputusan Besar

Evans juga menyoroti tantangan unik di Sardinia. Sebagai pembalap yang akan membuka jalan di lintasan gravel, ia sadar posisinya tidak menguntungkan. “Dengan Sardinia di gravel, menjadi pembuka jalan jelas akan menyulitkan. Saya pikir masih terbuka lebar dan tidak ada yang pasti. Ada pekerjaan besar jika kami ingin meninggalkan sana sebagai juara,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Rekan setimnya, Oliver Solberg, juga masih dalam perburuan. Pembalap muda Toyota itu tertinggal 21 poin dari Evans, dengan maksimal 35 poin masih bisa diraih. Dalam reli sebelumnya di Chile, Evans mengalami puncture pada hari terakhir yang membuat Pajari memangkas tiga poin dan Solberg meraih poin penuh. “Kami tidak tahu apa penyebabnya, dan itu memungkinkan Oliver mengejar 20 poin. Itulah realitas sistem poin saat ini, jadi kami tidak bisa hanya berlayar ke garis finis di Sardinia,” tambah Evans.

Evans pun mengaku akan menyambut baik jika ada ronde pengganti untuk Arab Saudi. Namun, ia memahami betapa sulitnya menggelar reli sebesar itu dalam waktu singkat. “Saya akan sangat senang jika ada pengganti. Saya tidak tahu detailnya, tetapi kali ini tampaknya mustahil. Menyelenggarakan event sebesar itu bukan hal mudah,” ujarnya.

Dengan satu reli tersisa, Evans berada di ambang mewujudkan mimpi juara dunianya. Namun, bayang-bayang Monza 2020 tetap menghantui. Kini, ia harus membuktikan bahwa sejarah tidak akan terulang. Sardinia akan menjadi panggung drama terakhir, dan Evans siap menghadapinya dengan kepala dingin.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

Sprint Race MotoGP Austria 2026

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU