Ferrari masih kekurangan "tenaga murni" dibandingkan mobil bertenaga Mercedes, meskipun telah memperkenalkan upgrade mesin di Grand Prix Italia, demikian diakui kepala tim Formula 1 mereka, Frederic Vasseur.
Harapan dan ekspektasi tinggi menyelimuti Ferrari menjelang balapan kandangnya di Monza, dengan tim asal Italia tersebut membawa upgrade mesin kedua dan terakhir mereka musim ini. Namun, Ferrari masih terbukti lebih lambat dibandingkan mobil bertenaga Mercedes di lintasan lurus, dan kecepatan di garis lurus tetap menjadi kelemahan terbesar Scuderia.
Grand Prix Italia menjadi mimpi buruk bagi Ferrari. Lewis Hamilton hanya mampu finis keenam setelah terlibat kontak di lap pertama dengan rekan setimnya, Charles Leclerc, yang mengalami kecelakaan di akhir lap kedua. Setelah balapan yang sangat mengecewakan di hadapan publik sendiri, Vasseur mengakui Ferrari masih tertinggal dari rival utamanya dalam hal performa mesin.

Analisis: Siklus Negatif yang Menjerat Ferrari
Vasseur menjelaskan bahwa ketika sebuah tim kekurangan tenaga murni, mereka cenderung bermain-main dengan pengaturan energi (deployment) untuk mengompensasi di lintasan lurus. Namun, kompensasi ini justru menciptakan siklus negatif yang merugikan sepanjang lap. "Saat Anda kekurangan tenaga murni, Anda mulai bermain dengan deployment untuk mencoba mengompensasi di lintasan lurus," kata Vasseur. "Tetapi jika Anda mengerahkan lebih banyak di satu titik, Anda pasti akan mengerahkan lebih sedikit di titik lain. Lalu Anda terjebak dalam spiral yang salah ketika sedang bertarung."
Ia menegaskan bahwa masalah Ferrari bukan pada deployment. Bahkan McLaren pun sempat bereksperimen dengan strategi serupa pada Jumat dan Sabtu pagi. "Sejujurnya, ini bukan soal deployment. Bahkan McLaren, mereka bermain-main sedikit pada Jumat dan Sabtu pagi. Pada akhirnya, kami kekurangan tenaga murni," tegasnya.
Keterbatasan Regulasi dan Proses Pengembangan Mesin
Ferrari tidak dapat melakukan upgrade lebih lanjut pada perangkat keras power unit mereka musim ini. Namun, mereka berpeluang membawa pembaruan pada tahun 2027, berkat status mereka yang dinilai lebih dari empat persen di belakang mesin acuan. Menurut sistem peringkat ADUO FIA, mesin acuan tersebut adalah milik Red Bull, meskipun di paddock diakui bahwa Mercedes memiliki paket power unit paling lengkap dan terbaik.
Vasseur menjelaskan bahwa proses pengembangan mesin memakan waktu sangat lama, berbeda dengan sasis yang bisa di-upgrade dengan cepat. "Proses mesin itu sangat panjang. Sasis bisa di-upgrade dari satu hari ke hari lain dengan sangat cepat dan kembali ke performa. Untuk mesin, prosesnya sangat panjang karena waktu produksi komponennya lama dan batasan biaya tidak mudah - Anda harus memproduksi mesin untuk musim ini," paparnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Ferrari tidak berharap banyak dari ADUO 1 atau ADUO 2, melainkan melakukan langkah-langkah kecil. "Kami tidak berharap bisa pulih dengan ADUO 1 atau ADUO 2. Kami melakukan langkah-langkah kecil. Jika Anda membuat langkah kecil pada mesin, ingat bahwa di belakang kami, perbedaannya hanya seperseratus detik. Dalam hal posisi, bahkan jika Anda menambah beberapa tenaga kuda, itu adalah langkah bagus di grid. Sekarang kami akan memiliki mesin baru tahun depan. Tentu saja, targetnya adalah mengejar ketertinggalan secepat mungkin," ujarnya.
Target Bangkit di Madrid
Vasseur menegaskan Ferrari memasuki akhir pekan Grand Prix Spanyol di Madrid dengan tekad untuk bangkit "jauh lebih kuat" setelah akhir pekan yang "gagal" di Monza. "Kami akan datang ke Madrid dengan semua energi yang kami butuhkan untuk meraih hasil bagus," kata Vasseur. "Memang benar, Monza, bagi kami, meskipun saya menghabiskan seminggu untuk mengatakan ini balapan normal, sebenarnya tidak, seperti yang bisa Anda bayangkan. Dengan semua Tifosi, kami berharap bisa memberikan sesuatu yang lain sebagai ucapan terima kasih atas dukungan dan antusiasme mereka."
Kekurangan tenaga murni ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Ferrari, terutama dengan regulasi baru yang akan datang pada 2026. Namun, Vasseur menegaskan timnya akan terus berjuang dan berupaya maksimal untuk mengejar ketertinggalan dari para pesaingnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!