Kekecewaan mendalam melanda kubu Aston Martin setelah Fernando Alonso melontarkan kritik tajam terhadap kualitas para pembalap yang berlomba di barisan belakang grid Formula 1. Insiden senggolan yang melibatkan mobil Williams milik Alex Albon pada balapan GP Amerika Serikat di Circuit of the Americas memicu kemarahan sang juara dunia dua kali tersebut, yang terpaksa finis di posisi keenam belas setelah memulai balapan dari posisi kedua belas akibat kerusakan parah pada komponen aerodinamika mobilnya.
Permasalahan bermula ketika kontak fisik di awal balapan merusak lantai dan komponen downforce kendaraan yang dikemudikan oleh pembalap asal Spanyol itu. Dengan kondisi mobil yang kehilangan banyak keseimbangan, ia merasa harus berjuang dengan senjata tumpul sepanjang sisa balapan akhir pekan lalu. Situasi ini membuatnya secara terbuka mempertanyakan standar kompetensi para rival yang menghuni sepertiga bagian belakang grid, sebuah pernyataan yang langsung menciptakan kehebohan besar di area paddock menjelang seri balapan berikutnya di Meksiko.
Ketika disinggung mengenai komentar kontroversial tersebut jelang akhir pekan GP Meksiko di Autodromo Hermanos Rodriguez, sang veteran enggan menarik kembali kata-katanya. Ia menegaskan bahwa seluruh pelaku di ajang balap jet darat memahami betul siapa saja sosok yang dimaksud dalam kritikan pedas tersebut. Menurutnya, masalah ini sudah menjadi pola berulang yang terus ia saksikan dari balik kokpit sepanjang musim kompetisi berjalan akibat posisi timnya yang kerap tertahan di zona degradasi performa.

Ia menambahkan bahwa memacu mobil di barisan belakang memang menghadirkan tantangan tersendiri karena tingkat cengkeraman ban yang minim serta karakter mobil yang tidak ramah dikendalikan. Kendati demikian, ia menilai insiden senggolan, kerusakan sayap depan, dan berbagai kesalahan elementer pada lap pembuka merupakan hal yang sama sekali tidak perlu terjadi, terutama ketika mereka bersaing di area belakang yang belum memperebutkan posisi krusial perolehan poin utama.
Dilansir dari Speedweek, permasalahan krusial ini telah menjadi pemandangan lumrah selama bertahun-tahun dalam karier panjangnya di ajang Formula 1. Kegagalan mengontrol situasi di tengah kepungan mobil yang minim grip sering kali berujung pada insiden bodoh yang merugikan pembalap lain. Oleh karena itu, ia mendesak skuadnya untuk segera melakukan lompatan besar pengembangan teknis agar bisa keluar dari zona berbahaya tersebut dan bersaing secara kompetitif di barisan depan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!