SPONSORED

Lewis Hamilton Buka Suara Soal Peluang Tampil di GP Afrika 2030

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Lewis Hamilton Buka Suara Soal Peluang Tampil di GP Afrika 2030
TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Wacana kembalinya ajang balap jet darat ke benua hitam pada awal dekade 2030-an melalui Grand Prix Rwanda di ibu kota Kigali langsung memicu perbincangan hangat di kalangan paddock. Di tengah persiapan menghadapi balapan akhir pekan yang krusial, Lewis Hamilton turut memberikan pandangan mendalam mengenai prospek partisipasinya di sirkuit tersebut yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.

Sebagai pembalap yang memegang rekor statistik luar biasa dengan koleksi 106 kemenangan, 104 pole position, serta 208 podium dari tujuh gelar juara dunia, nama besar asal Britania Raya ini menyadari bahwa faktor usia sering kali menjadi bahan spekulasi publik. Mengingat usianya akan menginjak 45 tahun pada Januari 2030, banyak pihak mempertanyakan apakah dirinya masih mampu bersaing melawan para pembalap muda berbakat yang mendominasi grid masa depan.

© XPBimages

Menanggapi berbagai keraguan mengenai penurunan kemampuan refleks seiring bertambahnya usia, sang juara dunia tujuh kali tersebut secara tegas menyatakan keyakinan penuh pada kondisi fisik dan mentalnya saat ini. Ia bahkan merujuk pada ketajaman refleksnya di lintasan balap yang dinilai masih mampu mengimbangi, bahkan mengungguli, para rival yang jauh lebih muda usianya.

Max Verstappen Tegaskan Tak Peduli Klasemen F1 2026, Fokus Kejar Posisi Ketiga Red Bull
Baca JugaMax Verstappen Tegaskan Tak Peduli Klasemen F1 2026, Fokus Kejar Posisi Ketiga Red Bull

"Maksud saya, pertama-tama, Anda tidak pernah memiliki orang seperti saya di sini selama 70 tahun, jadi saya merasa bahwa saya dibangun secara berbeda," ujar Hamilton kepada media, menegaskan mentalitas unik yang ia miliki dalam mengarungi karier panjang di ajang balap level tertinggi.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, ia juga menyinggung bagaimana dirinya berhasil bangkit dari musim yang kurang memuaskan bersama Ferrari, di mana ia sempat mengalami kesulitan sebelum akhirnya membalikan keadaan lewat raihan podium dan kemenangan gemilang. Menutup pernyataannya, ia menegaskan tidak berniat bertahan terlalu lama jika performanya menurun, namun tetap membuka segala kemungkinan untuk terus berkompetisi selama hasrat dan tingkat pengorbanannya masih berada di level maksimal.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU