Tekanan besar tengah menghinggapi George Russell setelah hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan keraguan masif dari para penggemar balap. Pembalap asal Inggris tersebut hanya mendulang 2,7 persen suara dari para responden yang diminta memprediksi posisi runner-up di bawah sang pemuncak klasemen sementara Formula 1 2026. Hasil ini tentu mengejutkan mengingat ia saat ini masih bertengger di peringkat kedua klasemen dengan koleksi 242 poin, namun tren performa belakangan ini mengikis kepercayaan publik secara drastis.
Dominasi mutlak dalam poling tersebut justru dikuasai oleh Max Verstappen yang meraup 60,3 persen dukungan suara. Sementara itu, posisi kedua dalam proyeksi penggemar ditempati oleh Lewis Hamilton dengan perolehan 30,1 persen, disusul Charles Leclerc di angka 6,9 persen. Situasi semakin pelik karena duo McLaren yakni Lando Norris dan Oscar Piastri sama sekali tidak mendapatkan satu pun suara dari para pemilih dalam jajak pendapat tersebut.
Kemerosotan suara ini sangat merefleksikan kesulitan yang tengah dihadapi sang pembalap dalam beberapa seri terakhir musim ini. Pada balapan sebelumnya di Grand Prix Amerika Serikat, ia hanya mampu finis di posisi kedelapan, sementara rekan setimnya sukses keluar sebagai pemenang. Akibat tren negatif ini, posisinya di klasemen terancam karena ia kini hanya unggul tipis satu angka dari pesaing terdekatnya serta terpaut enam poin saja dari rival asal Belanda tersebut dengan lima seri tersisa.

Faktor teknis pada mobil W17 disinyalir menjadi akar permasalahan utama dari penurunan performa sang bintang. Kehadiran komponen upgrade baru menghadirkan jendela operasional yang sangat sempit dan sensitif, membuat tim kesulitan menemukan setelan ideal secara konsisten sepanjang akhir pekan balap. Karakteristik ini membuat sang pembalap kerepotan saat harus mengoptimalkan kecepatan kendaraan di berbagai tipe sirkuit yang menantang.
Kendala tersebut semakin diperparah oleh degradasi ban yang parah ketika mobil harus bertarung di udara kotor pada stint pembuka balapan. Situasi kian sulit ketika ia tertahan di belakang mobil-mobil lain yang menggunakan unit daya serupa namun memiliki kendala lambat, sehingga memperlebar selisih performa dari rekan setimnya dalam beberapa event terakhir musim kompetisi ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!