Formula 1, Sportrik Media - Esteban Ocon menegaskan bahwa ambisinya di Formula 1 tidak pernah berubah, yakni menjadi juara dunia. Pembalap asal Prancis itu menekankan bahwa tanpa keyakinan terhadap peluang meraih gelar, ia tidak akan melanjutkan kariernya di level tertinggi balap mobil dunia.
Memasuki musim penuh kesepuluhnya di Formula 1, sekaligus musim kedua bersama Haas, Ocon menempatkan fase kariernya saat ini sebagai periode pembangunan menuju target jangka panjang. Bergabung dengan tim asal Amerika Serikat tersebut pada musim lalu, ia menghadapi kampanye awal yang menantang dan jauh dari ekspektasi hasil.
Musim pertamanya bersama Haas diwarnai sejumlah kendala teknis, dengan Ocon mengungkapkan masalah rem yang berulang kali memengaruhi performanya, terutama pada fase akhir balapan. Gangguan tersebut secara konsisten membatasi kemampuannya untuk memaksimalkan kecepatan, sekaligus memperumit upaya tim dalam mengonversi potensi mobil menjadi hasil nyata.
Meski belum pernah mengendarai mobil yang benar-benar kompetitif untuk perebutan gelar juara dunia, Ocon menegaskan keyakinannya bahwa kesempatan tersebut akan datang. Ia menilai sejarah Formula 1 menunjukkan banyak pembalap yang baru menemukan momentum juara ketika berada di tim yang tepat pada waktu yang tepat.
“Ya, kalau tidak, saya tidak akan berada di sini. Saya bahkan tidak akan ikut serta di tahap karier seperti ini,” ujar Ocon kepada media internasional. “Itulah posisi yang ingin saya capai di masa depan.”
Ia merujuk pada pengalaman masa lalu sebagai tolok ukur optimisme tersebut, termasuk periode awal musim 2023 ketika ia kerap bertarung langsung dengan Lando Norris dalam duel lap terakhir untuk posisi papan tengah.
“Kalau Anda melihat 2023, saya melihat Kanada, saya melihat balapan-balapan awal musim itu,” lanjutnya. “Saya bertarung dengan Lando tiga balapan berturut-turut, duel lap terakhir untuk P6, P7. Sekarang dia berada di mobil pemenang balapan.”
Pernyataan tersebut menggambarkan perspektif Ocon terhadap dinamika Formula 1, di mana jarak antara bertarung di papan tengah dan memenangi balapan dapat berubah drastis seiring perkembangan tim dan regulasi. Dalam konteks tersebut, Ocon memandang perjalanannya saat ini sebagai bagian dari proses menuju peluang yang lebih besar.
Haas sendiri memasuki era regulasi baru dengan dukungan teknis yang diperkuat melalui kemitraan titel dengan Toyota Gazoo Racing. Perubahan regulasi Formula 1 membuka peluang bagi tim-tim papan tengah untuk merombak struktur kompetitif, sesuatu yang dipandang Ocon sebagai momen potensial untuk kebangkitan.
Meski saat ini Haas masih berfokus pada pembangunan fondasi teknis, Ocon menegaskan bahwa setiap keputusan karier yang ia ambil diarahkan pada satu tujuan akhir: bertarung untuk gelar juara dunia. Ia menolak anggapan bahwa bertahan di Formula 1 hanya demi posisi sepuluh besar merupakan tujuan yang sepadan dengan pengorbanan fisik dan mental yang dituntut olahraga ini.
“Saya pikir jangan pernah menyerah, itu jawaban yang jujur,” tegas Ocon. “Saya berada di sini untuk bertarung demi itu di masa depan, tentu saja.”
“Kalau tidak, mengapa saya harus berlatih sekeras ini, mengerahkan begitu banyak usaha hanya untuk bertarung di P10?” tambahnya. “Itu yang kami lakukan saat ini, dan itu bukan inti dari mimpi saya.”
Menjelang musim baru, Ocon menyadari bahwa jalur menuju gelar juara tidak bersifat linear dan sering kali bergantung pada momentum yang tepat. Namun, dengan perubahan regulasi, kemitraan teknis baru Haas, dan pengalamannya yang kini matang, ia memandang fase berikutnya sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri pada target tertingginya di Formula 1.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!