SPONSORED

Espargaro Dukung Aturan Reserve Rider MotoGP

Notifikasi
Dhiafakhri Ali
Dhiafakhri Ali
0
Espargaro Dukung Aturan Reserve Rider MotoGP TO NEWS OVERVIEW
© Michelin

Pol Espargaro menilai MotoGP membutuhkan sistem reserve rider permanen setelah situasi krisis pembalap pengganti yang dialami Tech3 kembali memunculkan perdebatan mengenai regulasi tersebut. Test rider KTM itu menyebut keberadaan pembalap cadangan resmi kini menjadi kebutuhan penting bagi stabilitas olahraga dan operasional tim.

MotoGP saat ini belum memiliki sistem reserve rider permanen seperti Formula 1. Dalam kondisi normal, peran pembalap pengganti biasanya dijalankan oleh test rider pabrikan apabila pembalap utama mengalami cedera. Namun situasi Tech3 dalam beberapa pekan terakhir memperlihatkan kelemahan besar dari sistem tersebut.

Awalnya Tech3 berencana menurunkan Espargaro sebagai pengganti Maverick Vinales pada MotoGP Spanyol setelah pembalap utama mereka menjalani operasi bahu akibat cedera lama. Namun Espargaro sendiri kemudian mengalami cedera sehingga Tech3 hanya memiliki satu motor di grid Jerez.

Quartararo Tegaskan Belum Kehilangan Ambisi
Baca JugaQuartararo Tegaskan Belum Kehilangan Ambisi

Dengan Vinales dan Espargaro masih absen untuk MotoGP Prancis akhir pekan ini, Tech3 akhirnya harus memanggil test rider KTM lainnya, Jonas Folger, yang terakhir kali tampil di MotoGP pada 2023.

ADVERTISEMENT

“Secara pribadi saya pikir itu memang perlu,” ujar Espargaro mengenai aturan reserve rider permanen.

Espargaro mengungkapkan bahwa pemilik baru Tech3, Guenther Steiner, yang memiliki latar belakang Formula 1, juga mempertanyakan situasi di MotoGP ketika sebuah motor bisa tetap diam di garasi selama sesi latihan atau balapan akibat tidak adanya pengganti siap pakai.

Dari sisi olahraga dan ekonomi, Espargaro menilai situasi tersebut tidak ideal bagi tim maupun kejuaraan. Namun ia juga mengingatkan bahwa risiko bagi pembalap pengganti di MotoGP jauh lebih tinggi dibanding Formula 1 karena seorang rider dapat langsung dipaksa balapan tanpa cukup waktu adaptasi terhadap motor, ban, dan kondisi lintasan.

ADVERTISEMENT

“MotoGP tidak bisa dibandingkan langsung dengan Formula 1. Risiko yang diambil pembalap saat langsung naik motor pada Sabtu untuk menggantikan rider yang cedera pada Jumat jauh lebih besar dibanding mobil,” jelas Espargaro.

Diskusi mengenai reserve rider permanen semakin menguat setelah Liberty Media mulai mendorong peningkatan struktur profesional MotoGP menjelang era baru 850cc pada 2027. Beberapa perubahan regulasi lain, termasuk rencana pembatasan wildcard mulai 2027, juga dianggap sebagai bagian dari upaya membentuk struktur kejuaraan yang lebih modern dan efisien.

Dari sisi teknis, keberadaan reserve rider permanen diperkirakan dapat membantu kontinuitas pengembangan motor sepanjang musim. Test rider yang rutin mengikuti program simulasi dan pengembangan akan memiliki kesiapan fisik serta pemahaman elektronik lebih baik dibanding pembalap pengganti darurat yang lama tidak balapan.

ADVERTISEMENT

“Jelas harus ada kesepakatan antara Liberty, tim, dan para pembalap. Tetapi secara pribadi saya bersedia menjalankan peran itu selama kondisi fisik saya memungkinkan,” kata Espargaro.

Perdebatan mengenai reserve rider kini diperkirakan menjadi salah satu topik penting dalam pembahasan regulasi MotoGP masa depan. Dengan jadwal semakin padat dan tuntutan fisik pembalap terus meningkat, tekanan terhadap sistem pengganti resmi kemungkinan akan semakin besar dalam beberapa musim mendatang.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU