SPONSORED

Ogier Harap Portugal Tak Ulang Kesalahan Lama

Notifikasi
Dhiafakhri Ali
Dhiafakhri Ali
0
Ogier Harap Portugal Tak Ulang Kesalahan Lama TO NEWS OVERVIEW
© Toyota GAZOO RACING

Sebastien Ogier berharap penyelenggara Reli Portugal belajar dari kritik besar yang muncul musim lalu terkait jadwal balapan ekstrem. Bintang Toyota Gazoo Racing tersebut menilai format Portugal tetap menjadi salah satu tantangan fisik dan mental terbesar dalam kalender WRC modern.

Ogier kembali datang ke Portugal sebagai salah satu favorit utama setelah mencatat tujuh kemenangan pada event gravel legendaris tersebut, rekor terbanyak dalam sejarah reli ini. Musim lalu, pembalap Prancis itu memimpin reli setelah rival utamanya dari Hyundai, Ott Tanak, mengalami kerusakan sistem kemudi ketika sedang memimpin jalannya perlombaan.

Pada 2025, Reli Portugal mendapat kritik keras dari para pembalap karena panjang hari balapan yang dianggap berlebihan. Hari Jumat musim lalu bahkan memuat sepuluh special stage dengan hanya dua remote service singkat, membuat kru dan pembalap harus bertahan lebih dari 15 jam dalam satu hari kompetisi.

Neuville Masih Dibayangi Masalah Grip Hyundai
Baca JugaNeuville Masih Dibayangi Masalah Grip Hyundai

Untuk musim ini, penyelenggara melakukan revisi jadwal dengan mengurangi jumlah etape Jumat menjadi tujuh special stage dan satu remote service. Namun Ogier mengaku belum sepenuhnya yakin perubahan tersebut benar-benar menyelesaikan masalah utama reli Portugal.

ADVERTISEMENT

“Saya harap sekarang sedikit lebih baik. Saya harap ada yang belajar dari tahun lalu,” ujar Ogier sambil tertawa.

Meski jumlah etape harian dikurangi, Portugal 2026 tetap menghadirkan tantangan besar dengan total 345 kilometer special stage dan sekitar 1.530 kilometer liaison. Kondisi tersebut membuat para pembalap harus menghabiskan sebagian besar pekan dalam mobil sejak sesi recce dimulai.

“Senin pagi saya harus bangun sangat pagi dan kemudian kami berada di dalam mobil selama 13 jam,” jelas Ogier.

ADVERTISEMENT

Dari sisi teknis, Portugal tetap menjadi salah satu reli gravel paling kompleks karena kombinasi lintasan cepat, permukaan kasar, dan minimnya kesempatan servis penuh. Faktor cuaca juga diperkirakan memainkan peran besar akhir pekan ini dengan potensi hujan mulai Sabtu yang dapat mengubah grip lintasan secara drastis.

Ogier menilai perubahan kondisi tersebut dapat membuat manajemen ban, setup suspensi, dan konsistensi pembalap menjadi lebih penting dibanding sekadar kecepatan murni. Reli Portugal dikenal sangat keras terhadap ban dan komponen suspensi, terutama pada lintasan berbatu dengan grip rendah.

Meski Toyota memenangkan seluruh reli musim ini sejauh ini, Ogier memperkirakan Hyundai akan memberikan ancaman jauh lebih besar di Portugal. Performa Hyundai pada shakedown dinilai cukup menjanjikan, terutama setelah Tanak tampil sangat cepat di Portugal musim lalu sebelum mengalami masalah teknis.

ADVERTISEMENT

“Dalam hal kecepatan murni, saya pikir kita akan menyaksikan pertarungan yang bagus,” kata Ogier.

Reli Portugal 2026 resmi dimulai pada Kamis dengan tiga special stage pembuka sebelum memasuki rangkaian panjang gravel utama pada Jumat. Dengan cuaca yang diprediksi berubah-ubah serta jadwal yang tetap sangat menuntut, event ini diperkirakan kembali menjadi salah satu reli paling menentukan dalam perebutan gelar dunia musim 2026.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU