Aston Martin resmi umumkan Enrico Cardile mulai menjabat sebagai Chief Technical Officer (CTO) pada 4 Agustus 2025, setelah sengketa hukum dengan Ferrari selesai. Cardile, mantan Direktur Teknis Sasis Ferrari, terhambat klausul non-kompetisi hingga Juli 2025. Kini, ia bergabung dengan desainer legendaris Adrian Newey di markas Silverstone untuk proyek regulasi F1 2026.
Aston Martin umumkan perekrutan Cardile pada Juli 2024, namun Ferrari berlakukan masa gardening leave selama setahun. Ferrari ajukan gugatan ke Pengadilan Modena, Italia, karena Cardile diduga melanggar klausul non-kompetisi dengan berkomunikasi bersama Aston Martin sebelum masa larangan berakhir pada 18 Juli 2025. Pengadilan pada April 2025 dukung klaim Ferrari, tunda start Cardile. “Cardile telah melanggar komitmen, berpotensi rugikan Ferrari,” ujar pernyataan tim. Kini, sengketa selesai, dan Cardile resmi mulai bekerja.

Cardile pimpin fungsi desain dan teknis di AMR Technology Campus, Silverstone. Awalnya, ia direncanakan mengawasi Direktur Teknis Dan Fallows, namun Fallows tinggalkan posisi tersebut pada April 2025. Cardile kini berkolaborasi dengan Newey, yang mulai sebagai Managing Technical Partner pada Maret 2025, dan CEO Andy Cowell. “Kami senang sengketa selesai. Enrico akan pimpin tim menuju 2026,” ujar juru bicara Aston Martin. Tim ini bidik keunggulan dengan kemitraan mesin Honda dan fasilitas baru.
Pemilik tim, Lawrence Stroll, targetkan Aston Martin jadi penantang gelar pada 2026, saat regulasi sasis dan mesin baru diterapkan. Cardile, dengan pengalaman 20 tahun di Ferrari, bawa perspektif segar. Ia akan manfaatkan simulator baru dan terowongan angin yang segera rampung. Aston Martin finis kelima di Kejuaraan Konstruktor 2024, turun dari 2023 dengan delapan podium. Dengan Newey dan Cardile, tim siap saingi McLaren dan Ferrari.
Kedatangan Cardile perkuat struktur teknis Aston Martin jelang regulasi 2026. Kolaborasinya dengan Newey dan Cowell jadi kunci. Untuk update F1 dan profil tim, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
George Russell
Mercedes
|
51 |
|
2
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
47 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
34 |
|
4
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
33 |
|
5
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
6
|
|
Lando Norris
McLaren
|
15 |
|
7
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
9 |
|
8
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
8 |
|
9
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
8 |
|
10
|
|
Arvid Lindblad
Racing Bulls
|
4 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Ancaman hujan di GP Jepang 2026 berkurang, menghindarkan pembalap F1 dari debut mobil baru 2026 di kondisi basah di Suzuka.
Toto Wolff ungkap Mercedes nyaris alami bencana di awal dominan F1 2026 meski raih hasil sempurna bersama Russell dan Antonelli.
Kimi Antonelli diragukan mampu lawan George Russell dalam perebutan gelar F1 2026 bersama Mercedes menurut analisis James Hinchcliffe.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!