Peta Maxus Yamaha harus mengambil keputusan sulit di bursa transfer WorldSBK setelah kedatangan Jack Miller dari ajang MotoGP. Masuknya pembalap asal Australia tersebut secara otomatis menutup pintu bagi Xavi Vierge untuk bertahan di tim pabrikan asal Iwata itu, mengingat dirinya menjadi satu-satunya pemegang kontrak yang habis masa berlakunya.
Keputusan melepas pembalap asal Spanyol ini diakui oleh Team Principal Paul Denning sebagai sebuah kerugian besar bagi garasi mereka. Di mata manajemen, Vierge tidak hanya menunjukkan performa kompetitif di atas lintasan aspal, tetapi juga dikenal sebagai sosok profesional yang membawa pengaruh positif yang luar biasa di dalam garasi tim sepanjang musim.
"Saya ingin berterima kasih kepada Xavi karena telah menjadi profesional paling berdedikasi yang bisa kami harapkan untuk tahun ini ā mungkin dia adalah pembalap yang paling mudah diajak bekerja sama yang pernah kami miliki," ujar Denning memuji kontribusi anak asuhnya. "Terlepas dari antusiasme kami menyambut kedatangan Jack Miller ke dalam tim, sangat disayangkan kami tidak dapat melanjutkan kerja sama dengan Xavi. Kami mendoakan yang terbaik untuk masa depannya ā dia tahu bahwa pintu akan selalu terbuka lebar jika ada kesempatan untuk bekerja sama lagi di masa mendatang."

Senada dengan sang bos, manajer balap Niccolo Canepa turut melontarkan pujian serupa terhadap dedikasi sang pembalap asal Catalunya tersebut. Meskipun harus terdepak dari skuad utama pabrikan garpu tala, Vierge dipastikan tidak perlu terlalu lama meratapi nasib karena ia langsung mengamankan kursi kompetitif bersama tim satelit Barni Spark Racing Team.
Di sisi lain, Yamaha kini tengah bersiap menghadapi tantangan besar menyusul performa kurang memuaskan sepanjang musim sebelumnya yang diakui sebagai salah satu periode paling menantang sejak kembalinya mereka secara penuh ke kejuaraan dunia superbike. Mengandalkan mesin Yamaha R1 yang kini menjadi salah satu motor tertua di grid tanpa adanya rencana peluncuran homologasi mesin baru layaknya pabrikan rival, skuad Crescent harus memutar otak mencari solusi teknis.
Kendati demikian, Paul Denning tetap optimistis menyambut kalender balap baru di depan mata. Kehadiran regulasi Balance of Performance yang mengalami penyesuaian signifikan serta pasokan komponen anyar dari pabrikan diyakini mampu mengangkat kembali daya saing motor mereka di barisan depan.
"Seri penutup di Jerez menutup musim yang penuh tantangan bagi tim Pata Maxus Yamaha ā namun ini adalah musim yang meninggalkan catatan positif serta motivasi luar biasa yang akan kami bawa melangkah ke depan," tegas Denning. "Saya ingin menegaskan kembali bahwa komitmen dari Yamaha dan seluruh anggota tim untuk kembali bertarung di barisan depan sama sekali tidak pernah luntur. Musim baru ini akan diawali dengan sesi uji coba krusial di mana pabrikan akan menghadirkan banyak perangkat baru."
Agenda uji coba penting dijadwalkan berlangsung pada akhir November ini sebagai langkah awal persiapan intensif menghadapi persaingan ketat musim depan. Meski demikian, tim pabrikan harus turun gelanggang tanpa kehadiran rekrutan anyar mereka yang masih harus menyelesaikan komitmen seri pemungkas di kejuaraan grand prix.
Simak analisis mendalam seputar bursa transfer dan perkembangan teknis tim pabrikan di sini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!