Formula E, Sportrik Media - Pascal Wehrlein melontarkan kritik terhadap format kualifikasi dalam Berlin E-Prix 2026, menilai pendekatan strategi peloton membuat sesi kualifikasi kehilangan relevansi kompetitif.
Pembalap Porsche tersebut mengamankan pole position di Tempelhof, namun hasil balapan menunjukkan dinamika berbeda ketika pemenang Mitch Evans memulai dari posisi ke-17. Situasi ini kembali menegaskan karakter unik balapan Formula E era Gen3.
Dalam format peloton, pembalap cenderung menghemat energi pada fase awal dengan menjaga posisi di belakang, sebelum memanfaatkan keunggulan energi dan Attack Mode di fase akhir. Strategi ini sering kali mengurangi pentingnya posisi start, terutama ketika kecepatan awal balapan sengaja ditahan untuk efisiensi energi.

Fenomena ini semakin terlihat di Berlin, di mana beberapa pembalap memilih menggunakan ban lama saat kualifikasi untuk menyimpan ban baru bagi balapan. Hal tersebut secara langsung mengorbankan posisi grid demi keuntungan strategis saat race.
“Saya merasa ini membosankan. Bagaimana mungkin semua orang berusaha maksimal di kualifikasi, tetapi pada akhirnya ada yang bahkan tidak benar-benar mencoba dan tetap bisa menang dari belakang,” ujar Wehrlein.
“Dalam balapan seperti ini, menjadi lambat dalam satu lap tidak lagi berarti. Anda bisa memulai dari belakang, menghemat energi, lalu tetap menang.”
Pendekatan ini menimbulkan perdebatan di paddock terkait keseimbangan antara strategi energi dan esensi kompetisi satu lap. Bagi Wehrlein, kondisi tersebut mengurangi nilai kompetitif kualifikasi sebagai penentu utama posisi awal.
Dengan regulasi Gen3 yang masih menjadi dasar kompetisi saat ini, diskusi mengenai format balapan dan relevansi kualifikasi diperkirakan akan terus berkembang. Fokus kini beralih ke seri berikutnya, di mana pendekatan strategis serupa berpotensi kembali menjadi faktor penentu hasil.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!