Babak baru dalam karier Franco Morbidelli di MotoGP akan segera tertutup. Tim VR46 secara resmi mengumumkan bahwa pembalap asal Italia itu akan meninggalkan tim pada akhir musim ini, membuka jalan bagi Nicolo Bulega untuk naik ke MotoGP pada 2027.
Kepergian Morbidelli dari VR46 sebenarnya sudah menjadi rahasia umum dalam beberapa pekan terakhir. Spekulasi semakin kencang setelah Bulega, yang sedang dalam perjalanan menjadi juara WorldSBK bersama Aruba.it Ducati, dikaitkan dengan kursi tersebut. Kini, kejelasan pun datang: Morbidelli akan pindah ke tim pabrikan Ducati, sementara Bulega mengambil alih tempatnya di VR46.
Perjalanan Morbidelli di kelas premier dimulai pada 2018 setelah sukses merebut gelar Moto2 setahun sebelumnya. Selama delapan musim, ia telah memperkuat berbagai tim, mulai dari Marc VDS Honda, Petronas Yamaha, Monster Yamaha, Pramac Ducati, hingga VR46 Ducati sejak awal musim lalu. Di setiap tim, ia meninggalkan jejak tersendiri.

Puncak kariernya terjadi pada 2020 ketika ia tampil memukau bersama Petronas Yamaha. Tiga kemenangan grand prix berhasil diraihnya, menjadikannya runner-up di klasemen akhir di belakang Joan Mir. Sayangnya, setelah itu ia mengalami masa paceklik podium selama tiga tahun, termasuk saat menjadi pembalap pabrikan Yamaha. Baru pada sprint race Misano 2024, saat membela Pramac, ia kembali merasakan podium.
Musim lalu, Morbidelli akhirnya bergabung dengan tim besutan Valentino Rossi itu. Ia sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan tiga podium di awal musim. Namun, musim ini segalanya berubah drastis. Ia terpuruk di posisi ke-16 klasemen, sebuah angka yang jelas jauh dari ekspektasi.
VR46 pun mengonfirmasi kepergian Morbidelli melalui unggahan di media sosial. “Pada akhir musim ini, perjalanan kami dengan Franky akan berakhir,” tulis tim tersebut. “Ada podium, pertarungan, dan banyak momen untuk dirayakan, tapi yang kami bawa jauh melampaui trek. Senang bisa berbagi perjalanan ini denganmu, Franky.”
Sebagai anggota pertama VR46 Riders Academy, Morbidelli adalah simbol lahirnya generasi emas akademi tersebut. Ia menjadi juara dunia pertama dari akademi itu, sekaligus pemenang race MotoGP pertama. Kini, dengan satu babak yang akan ditutup, babak baru bersama Ducati pabrikan menantinya. Akankah ia kembali menemukan performa terbaiknya?



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!