Pengumuman FIA mengenai hasil dari dua periode pertama Additional Development and Upgrade Opportunities (ADUO) telah menghadirkan jawaban sekaligus misteri dalam takaran yang sama tentang sistem peringkat mesin Formula 1.
Di satu sisi, ini adalah konfirmasi resmi pertama bahwa Red Bull memulai era regulasi 2026 dengan mesin pembakaran internal terbaik. Pengakuan ini sebelumnya tidak pernah diratifikasi secara formal oleh FIA; analisis awal justru bocor ke publik saat GP Monako, hanya dalam hitungan menit setelah informasi tersebut diberikan kepada para pabrikan.
Saat itu, FIA menyatakan bahwa Red Bull adalah satu-satunya pabrikan yang tidak bisa meningkatkan unit tenaganya, sementara Mercedes diizinkan satu langkah pengembangan, dan yang lainnya—Ferrari, Audi, serta Honda—mendapat dua langkah.

Namun, pengumuman FIA pekan ini yang menyebut tidak ada token pengembangan tambahan setelah periode peninjauan kedua, justru gagal memberikan informasi baru tentang bagaimana posisi berubah sejak tinjauan pertama. Dalam sebuah catatan yang terselip di tengah rilisnya, FIA menyatakan: "Karena sifat rahasia dari informasi ini, rincian lebih lanjut tentang pengukuran indeks performa unit tenaga tidak akan dikomunikasikan."
Di dunia F1 yang serba detail, peringkat unit tenaga adalah kunci performa. Tak heran, telepon para pabrikan dan tim langsung panas pada Rabu malam, mencoba menyatukan gambaran tentang posisi aktual saat ini. Meski detail yang diberikan FIA minim, cukup banyak informasi di luar sana untuk memberikan gambaran besar tentang situasi dan dampaknya bagi persaingan di depan.
Apa yang Diketahui dan Tidak Diketahui
Karena sensitifnya analisis FIA terhadap unit tenaga, disepakati bahwa setiap rilis peringkat ADUO akan dibuat ringkas. Namun, pabrikan tetap ingin tahu apakah rival punya peluang untuk membawa upgrade, sehingga prosedur khusus disepakati.
Kebijakan FIA adalah merilis dokumen (versi ADUO 1 seperti yang terlihat di atas) yang hanya menyatakan berapa banyak peluang homologasi tambahan yang akan didapat setiap pabrikan. Meski informasi yang tersedia minim, peringkat pertama—diambil dari awal musim hingga putaran kelima di Kanada—cukup untuk menyusun gambaran posisi semua orang.
Sebab ada tiga tingkatan unit tenaga: patokan (benchmark), pabrikan dengan selisih 2-4% dari patokan mendapat satu upgrade, dan yang selisihnya 4% atau lebih mendapat dua upgrade. Setelah GP Monako, bisa disimpulkan Red Bull dinilai terbaik, Mercedes berada di antara 2-4%, dan sisanya lebih dari 4%.
Dokumen ADUO 2 FIA menunjukkan langkah homologasi tidak berubah, tetapi tidak ada informasi lebih lanjut. Pabrikan telah diberi tahu secara individual posisi mereka terhadap yang terbaik dan jatah yang mereka dapatkan, tetapi tidak tahu peringkat pabrikan lain. Kebuntuan informasi ini memicu spekulasi: apakah Red Bull masih unggul, atau justru Mercedes yang mendekat?



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!