Max Verstappen harus mengakhiri balapan kandangnya di Grand Prix Belanda dengan cara yang pahit. Pebalap Red Bull itu terlibat kecelakaan besar di Zandvoort setelah kondisi cuaca yang berubah-ubah menjebaknya di tikungan terakhir yang miring.
Memasuki lap ke-72, Verstappen yang start dari posisi ketiga mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun, saat melintasi tikungan banked terakhir, ia menginjak area basah di lintasan yang mulai mengering. Mobilnya langsung hilang kendali dan menghantam pembatas dengan keras.
"Saya kecolongan, tikungan itu masih cukup basah," ujar Verstappen kepada media, termasuk Motorsport Week. "Begitu saya melihat jalur kering di depan, saya berpikir sekarang bisa berakselerasi. Tapi ternyata itu masih terlalu cepat."

Meski benturannya keras, Verstappen mengaku tidak wajib mengunjungi pusat medis. "Saya bertanya, bisakah saya tidak ke medical center, dan mereka bilang masih di bawah ambang batas," jelasnya.
Kecelakaan ini tentu menjadi akhir yang mengecewakan bagi Verstappen, yang sejak sirkuit ini masuk kalender F1 pada 2021 selalu naik podium. Namun, ia sadar peluang podium pada Minggu itu memang tipis. "Secara keseluruhan akhir pekan ini mengecewakan dari segi kecepatan. Kami tidak bisa bersaing dengan pebalap di depan," tambahnya.
Verstappen juga mengakui kondisi fisiknya kurang prima. "Saya merasa tidak enak badan. Saya berharap bisa lebih, tapi harus realistis musim ini," katanya. Ia berharap libur sepekan bisa membantunya pulih sebelum Max Verstappen dan Red Bull tampil di Monza.
Dengan hanya 12 seri berjalan, Verstappen tertahan di posisi keenam klasemen dan sulit mengejar gelar. Ia pun realistis menghadapi GP Italia. "Kami tim tercepat keempat, jadi tidak mungkin tiba-tiba bisa melakukan keajaiban," tegasnya. "Ini realitas yang kami jalani."



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!