Akhir pekan yang suram kembali menghantui Pecco Bagnaia setelah pembalap asal Italia tersebut gagal menunjukkan taringnya dalam sesi sprint race di Sirkuit Phillip Island. Perjuangan sang juara bertahan di lintasan aspal Australia langsung menemui jalan buntu ketika ia terlempar dari persaingan barisan depan sejak sesi latihan bebas hari Jumat. Masalah performa yang tak kunjung usai membuat garasi pabrikan Borgo Panigale diselimuti tanda tanya besar mengenai cengkeraman ban motor Desmosedici.
Kesulitan pebalap andalan Ducati ini sudah terlihat jelas ketika ia gagal mengamankan tiket otomatis ke Q2. Situasi semakin memburuk pada sesi kualifikasi pagi hari di mana ia harus puas menduduki posisi start keenasbelas setelah salah mengambil keputusan teknis di lintasan basah. Meskipun sempat mengeklaim memiliki ritme yang tidak terlalu buruk dalam kondisi tertentu, kesalahan pemilihan ban belakang membuat posisinya semakin terpuruk dan kehilangan daya saing kompetitif.
Dilansir dari Motosan.es, situasi pelik tersebut memaksa sang juara dunia melakukan evaluasi jujur terkait kapasitas motornya di hadapan para jurnalis paddock. Keputusan strategi yang keliru serta kondisi cuaca ekstrem di kawasan pesisir Australia menjadi biang keladi kegagalannya menembus barisan tengah. "Tomamos una decision equivocada con el neumatico trasero. En cualquier caso, aunque hubiera conseguido pasar a la Q2, habria salido undecimo o duodecimo," ungkap Bagnaia dengan nada pasrah menggambarkan betapa sulitnya akhir pekan ini.

Puncak dari mimpi buruk tersebut terjadi ketika balapan sprint baru berjalan dua putaran saja. Tekanan angin yang kencang serta temperatur lintasan yang rendah di Phillip Island membuat traksi ban motornya hilang seketika hingga berujung pada kecelakaan fatal yang menghentikan perjuangannya lebih awal. Marc Marquez dan rival terdekatnya sempat menyajikan pertarungan sengit di depan, sementara Bagnaia justru harus berjuang keras sekadar menjaga keseimbangan motornya di barisan belakang.
Menatap jalannya balapan utama hari Minggu, Bagnaia tidak ingin memasang target muluk-muluk di tengah rentetan masalah set-up yang belum terselesaikan secara tuntas. Dengan posisi start yang jauh dari barisan podium, ia realistis menilai potensi maksimal yang bisa diraihnya hanya berkisar di zona sepuluh besar. "Ahora mismo, nuestro potencial realista esta entre la novena y la duodecima posicion. No creo que podamos aspirar a mucho mas en carrera, asi que tenemos que trabajar para intentar mejorar de cara a manana," pungkasnya menegaskan fokus tim untuk mencari solusi darurat.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!