Kontroversi seputar branding tembakau di ajang Touring Car Masters (TCM) akhirnya mendapat tanggapan resmi. Seri balap mobil historis Australia itu diterpa isu setelah salah satu balapan di Sydney Motorsport Park tidak disiarkan secara langsung oleh Fox Sports. Penyiar beralasan "alasan hukum" karena beberapa mobil membawa livery tribute yang terinspirasi dari Holden Dealer Team era Marlboro.
Insiden ini memicu reaksi dari Motorsport Australia yang langsung memperketat aturan. Mereka memperbarui Schedule K dalam operations manual yang mengatur marking pada mobil. Dalam pembaruan tersebut, Motorsport Australia melarang "penampilan, publikasi, atau promosi produk tembakau yang diatur, termasuk pada livery mobil kategori 5." Langkah ini diambil untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang Kesehatan Masyarakat (Tembakau dan Produk Lainnya) yang diperbarui pada 2023.
Namun, Direktur TCM, Bryant, menegaskan bahwa pihaknya tidak menyalahkan Motorsport Australia, Supercars, maupun Foxtel. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa Foxtel hanya melindungi diri dari tuntutan hukum jika menayangkan rekaman mobil yang melanggar legislasi anti-tembakau Australia. "Foxtel bukan musuh di sini," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Supercars memiliki kewajiban komersial terhadap Foxtel dan tidak bisa terlibat jika pemerintah atau pemegang merek mengambil tindakan. "Supercars bukan musuh! Motorsport Australia bukan musuh!" tegas Bryant.

Bryant menekankan bahwa mata rantai terakhir dalam rantai hukum yang besar ini adalah pemilik mobil. "Motorsport Australia dan Supercars tidak melakukan apa pun selain melindungi semua pihak yang terlibat dari ancaman nyata tindakan dari pemegang merek atau otoritas pemerintah," jelasnya. Ia juga mengapresiasi langkah cepat para pemilik mobil yang bersedia mengubah livery mereka demi kelancaran siaran televisi.
Dua mobil yang terdampak adalah Holden Commodore milik Dave Casey dan Holden Torana milik David Hender, yang keduanya terinspirasi HDT. Mereka mengubah kap mesin dengan menghilangkan motif chevron putih khas Marlboro. Bryant menjelaskan bahwa kedua mobil tersebut mungkin melanggar merek dagang internasional yang melibatkan chevron putih di bagian depan. "Untuk melindungi diri mereka sendiri dan memastikan liputan TV yang tidak terputus bagi penggemar dan sponsor, pemilik mobil menghapus area signage yang diperdebatkan dan kami semua menikmati balapan yang fantastis!" tambahnya.
Kasus ini menyoroti kompleksitas antara warisan balap historis dan regulasi modern. Meskipun livery tribute dianggap sebagai penghormatan, hukum tetap harus ditegakkan. TCM dan para pemilik mobil menunjukkan kerja sama yang baik dengan menghapus elemen yang bermasalah. Bryant pun berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Supercars dan Motorsport Australia, atas bantuan ahli dan tepat waktu.
Ke depannya, aturan ini akan menjadi preseden bagi ajang balap historis lainnya di Australia. Penting bagi tim dan pemilik mobil untuk memahami batasan hukum terkait branding tembakau, bahkan dalam bentuk tribute sekalipun. Dengan demikian, balapan dapat terus berjalan tanpa hambatan hukum yang tidak perlu.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!