Pabrikan Borgo Panigale tengah dilanda kegelisahan. Bukan karena motor Desmosedici GP yang tiba-tiba kehilangan performa, melainkan karena salah satu pembalap andalannya, Francesco Bagnaia, gagal tampil kompetitif di Aragon. Tim Manajer Ducati, Davide Tardozzi, buka suara mengenai krisis kepercayaan diri yang tengah dialami Pecco.
Ekspektasi tinggi memang disematkan kepada juara dunia tiga kali tersebut. Namun, di atas trek Motorland Aragon, Bagnaia justru tampil anonim. Padahal, sirkuit ini seharusnya menjadi salah satu favoritnya. Pada 2021, ia meraih kemenangan perdananya di kelas MotoGP di tempat yang sama. Namun kini, alih-alih menjadi penantang gelar, ia justru kesulitan bersaing dengan rival terdekatnya, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi.
“Kami berharap Bagnaia bisa setidaknya berada di posisi lima besar di sini, tetapi kenyataannya tidak demikian,” ujar Tardozzi kepada TNT Sports. “Kami mencoba sesuatu di pemanasan yang tidak berhasil. Dia tidak punya kepercayaan diri, tidak mendorong, dan kami tidak dapat menemukan cara untuk mengatasi masalah ini.”

Lebih jauh, Tardozzi menyebut bahwa persoalan yang dihadapi Bagnaia bukanlah soal kecepatan murni, melainkan lebih kepada aspek psikologis. “Saya pikir ini adalah masalah mental. Pendekatannya kadang-kadang membatasi performanya. Kami tidak ragu bahwa dia adalah pembalap yang cepat, tetapi saat ini dia harus melewati garis tipis antara percaya diri dan menutup mata lalu mencobanya,” tegasnya.
Tekanan di paddock Ducati pun semakin terasa. Dengan Martin yang konsisten di depan dan Bezzecchi yang semakin matang, Bagnaia seperti kehilangan pijakan. Padahal, ia masih menjadi salah satu kandidat kuat perebutan gelar. Namun, jika kepercayaan dirinya tak segera pulih, peluang untuk mempertahankan mahkota juara bisa semakin menipis.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa di level tertinggi balap motor, kekuatan mental sama pentingnya dengan kemampuan teknis. Bagnaia sendiri dikenal sebagai pembalap yang tenang dan analitis. Namun, justru ketenangan itu kadang berubah menjadi keraguan ketika segalanya tidak berjalan sesuai rencana.
Ducati kini harus bekerja ekstra untuk mengembalikan performa Bagnaia. Sisa musim masih panjang, dan peluang untuk bangkit masih terbuka lebar. Namun, waktu terus berjalan, dan setiap balapan yang terlewat bisa menjadi penentu dalam perebutan gelar juara dunia.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!