Teemu Suninen semakin menegaskan bahwa dirinya layak tampil di panggung teratas reli dunia. Gelar juara Eropa yang baru saja ia raih di Rali Ceredigion, Wales, pekan lalu, menjadi bukti nyata bahwa pembalap Finlandia itu sedang dalam performa terbaiknya. Teemu Suninen finis kedua di atas aspal Wales, cukup untuk mengunci gelar Kejuaraan Reli Eropa (ERC) dengan gemilang.
Musim ERC yang didominasi permukaan aspal menjadi tantangan tersendiri bagi Suninen. Kecepatannya di gravel memang sudah bukan rahasia lagi, namun hanya satu-satunya kecelakaan ia alami justru saat bersaing di gravel Swedia. Semua ronde lain berlangsung di aspal, dan di sanalah ia menunjukkan perkembangan pesat. Catatannya musim ini impresif: menang di Polandia, finis kedua di Wales, Ceko, dan Italia, plus posisi keempat di Spanyol.
Bagi Suninen, sukses di aspal ini punya makna mendalam. Ia merasa banyak pihak sempat meragukan kemampuannya di permukaan tersebut. “Setahun lalu, orang mungkin meragukan kemampuan saya di aspal, tapi saya menjalani sebagian besar musim di aspal dan mampu tampil baik. Ketika kami mendorong di Rali Ceredigion, kami bisa sedikit mengingatkan Kris Meeke bahwa kami ada di sini,” ujarnya. Pernyataan itu merujuk pada duel seru melawan Kris Meeke di Wales.

Musim Padat dengan Dua Mobil Berbeda
Selain ERC, Suninen juga turun di empat ronde WRC2 musim ini. Hasilnya konsisten: satu kemenangan kelas dan tiga kali finis kedua. Yang menarik, ia berpindah-pindah antara dua mobil berbeda, Skoda Rally2 di ERC dan Toyota Rally2 di WRC. Adaptasi cepat menjadi kunci performanya.
“Saya cukup terkejut bisa mendapatkan paket ini tahun ini. Awal tahun, skenario terbaik kami hanya membayangkan dua atau tiga event. Sekarang kami sudah menjalani 12 atau 13 event,” kata Suninen. Kesempatan ini jelas tidak disia-siakan. Targetnya musim depan jelas: tampil di WRC, di mana regulasi baru akan mengubah lanskap kompetisi. Mobil kelas teratas akan berbasis teknologi Rally2, membuka peluang untuk bersaing di posisi depan bahkan dengan mobil Rally2.
“Yang jelas, saya bisa meningkatkan kemampuan aspal saya karena semua reli menantang pembalap secara berbeda. Saya belum pernah mengendarai Skoda di aspal sebelumnya, jadi itu satu keterampilan baru bagi saya,” tambahnya. Performa Suninen pun membuat Meeke, yang merupakan pemenang lima kali event WRC, angkat bicara. “Bagi saya, Teemu tampil sangat baik dan seharusnya menjadi pembalap level Kejuaraan Reli Dunia. Dia seharusnya berada di Kejuaraan Dunia,” tegas Meeke.
Satu ronde lagi tersisa di ERC musim ini, yakni final di Portugal pada 23–25 Oktober. Namun, arah karier Suninen sudah jelas. Dukungan dari sosok sekelas Meeke tentu menjadi suntikan moral besar baginya untuk mewujudkan mimpi tampil reguler di WRC.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!