SPONSORED

Steiner: Hamilton Rugikan Diri Sendiri dengan Radio Kritis di GP Belanda

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Steiner: Hamilton Rugikan Diri Sendiri dengan Radio Kritis di GP Belanda
TO NEWS OVERVIEW
Steiner: Hamilton Rugikan Diri Sendiri dengan Radio Kritis di GP Belanda

Guenther Steiner, mantan prinsipal tim Haas di Formula 1, menilai Lewis Hamilton justru merugikan dirinya sendiri lewat pesan radio yang penuh kritik kepada timnya saat Grand Prix Belanda. Menurut Steiner, nada frustrasi yang dilontarkan Hamilton di tengah balapan tidak membantu, baik untuk dirinya maupun untuk hubungannya dengan tim.

Pada balapan di Zandvoort, Lewis Hamilton terdengar meminta timnya untuk membiarkannya melewati rekan setimnya, Charles Leclerc, yang menjalani strategi berbeda. Ketika tim akhirnya memanggil Leclerc masuk pit, Hamilton mengeluh bahwa waktu sudah terlalu banyak terbuang. Bahkan, saat diminta bertahan dengan ban keras yang sudah aus, ia sempat bertanya sinis apakah dirinya dijadikan "kelinci percobaan".

Dalam wawancaranya di The Red Flags Podcast, Steiner membandingkan cara Ferrari menangani situasi dengan tim lamanya, Mercedes. "Mereka (Mercedes) berdiskusi sebelumnya dan diskusi itu tidak sepanas yang terjadi setelahnya di Ferrari. Ketika Anda mendatangi pembalap sebelum balapan dan menjelaskan apa yang akan terjadi, itu beda," ujarnya. Steiner menilai Ferrari kurang detail dalam menyiapkan pembalapnya menghadapi kemungkinan adanya team order, sehingga memicu kekacauan di lintasan.

Antonelli: 2025 Struggles Key to 2026 Mental Strength
Read AlsoAntonelli: 2025 Struggles Key to 2026 Mental Strength

Meski mengakui Ferrari bisa mempersiapkan lebih baik, Steiner tetap mengkritik sikap Hamilton. "Saya rasa Lewis tidak membantu dirinya sendiri dengan terlalu kritis. Ketika Anda duduk di pitwall dan mendengar itu, Anda berpikir, 'Oh, orang ini terlalu membela diri. Dia tidak lagi melihat tim di sini,'" kata Steiner. Ia menyarankan Hamilton seharusnya meminta dengan lebih halus, misalnya dengan mengatakan bahwa ia lebih cepat dan layak untuk didahulukan, daripada menuding tim telah membuatnya kehilangan waktu.

ADVERTISEMENT

Hamilton kemudian menanggapi kritik tersebut melalui media sosial. "Saya sudah mendengarkan kembali beberapa komentar radio dan TV saya. Saat emosi memuncak, frustrasi bisa keluar, terutama ketika Anda peduli sedalam ini," tulisnya di Instagram. "Tapi itu bukan versi terbaik dari diri saya. Saya bertanggung jawab atas itu, dan saya akan menjadi lebih baik. Gairah itu datang dari keyakinan saya pada tim ini, orang-orang di dalamnya, dan apa yang kami bangun bersama. Arahnya jelas. Keyakinannya ada. Dan perjuangan masih terus berlanjut."

Komentar Steiner ini menambah sorotan pada dinamika internal Ferrari yang sedang berusaha bangkit. Dengan Hamilton yang mulai menemukan ritme namun masih beradaptasi dengan mobil, komunikasi yang efektif antara pembalap dan tim menjadi kunci untuk menghindari kesalahan serupa di masa depan. Tekanan di paddock pun kian terasa, mengingat ekspektasi tinggi terhadap pasangan Hamilton dan Leclerc musim ini.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU