SPONSORED

Ralf Schumacher Kritik Keras Lewis Hamilton Pasca Insiden Meksiko

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0 Google Add us as preferred source
Ralf Schumacher Kritik Keras Lewis Hamilton Pasca Insiden Meksiko
TO NEWS OVERVIEW
© XPB Images

Paddock Formula 1 kembali memanas setelah mantan pembalap Ralf Schumacher melontarkan kritik tajam terhadap Lewis Hamilton. Insiden di Grand Prix Meksiko memicu ketegangan internal di kubu Ferrari, di mana Hamilton secara terbuka menuntut pembicaraan serius setelah pertarungan lap pembuka dengan rekan setimnya, Charles Leclerc, dianggap merugikan peluang kemenangan tim.

Lewis Hamilton dan Charles Leclerc di paddock
© XPB Images

Hamilton, yang kini berusia 41 tahun, sempat meluapkan kekesalannya melalui radio tim saat bendera merah dikibarkan, dengan menyatakan, "Kita punya masalah. Masalah yang sangat, sangat besar." Namun, Schumacher menilai perilaku juara dunia tujuh kali tersebut sudah melampaui batas profesionalisme seorang pembalap.

Dalam podcast Backstage Boxengasse, Schumacher tidak segan menyamakan sikap Hamilton dengan tokoh kriminal legendaris. "Berbicara seperti Al Capone dan mengancam bahwa 'kita punya masalah besar' menurut pandangan saya, itu seperti anjing yang menuntun tuannya. Dia menempatkan dirinya di atas merek Ferrari. Dia bertindak lebih seperti bos tim daripada seorang pembalap," tegas Schumacher.

Ralf Schumacher Launches Scathing Critique of Lewis Hamilton After Mexico Incident
Read AlsoRalf Schumacher Launches Scathing Critique of Lewis Hamilton After Mexico Incident

Schumacher menambahkan bahwa rivalitas antara Hamilton dan Leclerc telah menjadi terlalu jauh. Ia mendesak prinsipal tim, Fred Vasseur, untuk segera mengambil kendali. "Saya akan memasukkan kedua pembalap ke dalam karung, memberikan mereka teguran keras, dan menjelaskan bagaimana seharusnya segala sesuatunya berjalan di Ferrari. Ini tidak bisa terus berlanjut," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Ketegangan ini menyoroti tantangan besar bagi Ferrari dalam mengelola dua pembalap yang sangat keras kepala. Bagi para penggemar, drama ini menjadi pengingat bahwa di balik kemewahan Formula 1, ego individu sering kali menjadi musuh terbesar bagi kesuksesan kolektif sebuah tim balap legendaris.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU