Putra dari juara dunia Formula 1 2007, Kimi Raikkonen, dikonfirmasi akan bergabung dengan program pengembangan pembalap Red Bull mulai tahun 2027. Kabar ini menjadi sorotan utama paddock setelah sebelumnya santer dirumorkan sejak akhir pekan Grand Prix Monza.
Robin Raikkonen, yang kini berusia 11 tahun dan lahir tepat sebelum musim kedua Kimi bersama Ferrari pada 2015, telah menunjukkan bakat luar biasa di ajang karting. Ia berhasil meraih kemenangan baik di tingkat nasional maupun internasional, menegaskan bahwa darah balap sang ayah benar-benar mengalir dalam dirinya.
Kepala tim Red Bull, Laurent Mekies, menyambut antusias kedatangan Robin. "Robin telah menunjukkan kemampuan luar biasa di karting. Kecepatan, kemampuan balap, dan bakat alaminya menjadikannya salah satu pembalap muda paling menjanjikan di kelompok usianya. Pada saat yang sama, ia juga mengesankan dengan kedewasaannya, pendekatannya yang tenang, dan fokusnya yang jelas pada balapan," ujar Mekies.

Mekies menegaskan bahwa Red Bull tidak akan terburu-buru dalam mengembangkan Robin. "Tujuan kami adalah mengembangkannya langkah demi langkah, tanpa memberikan tekanan yang tidak perlu di pundaknya. Jalan melalui dunia balap itu panjang, dan kami akan memberinya waktu, dukungan, serta sumber daya yang ia butuhkan untuk memaksimalkan potensinya," tambahnya.
Kimi Raikkonen pun mengungkapkan kebanggaannya. "Kami semua sangat senang dan bersemangat bahwa Robin terpilih untuk melanjutkan jalur balapnya sebagai anggota tim junior Red Bull. Laurent dan semua orang di Red Bull sangat mendukung sepanjang diskusi kami. Mereka menawarkan program yang menarik dan komprehensif untuk mengembangkan dan membina kemajuan Robin selama beberapa tahun ke depan," kata Kimi, yang juga menekankan bahwa Robin akan berdedikasi penuh untuk membalas kepercayaan Red Bull.
Menariknya, Kimi sendiri tidak pernah membalap untuk Red Bull, tetapi ia sempat menjadi rekan setim dengan salah satu produk terkenal Red Bull, Sebastian Vettel, di Ferrari. Selain itu, ia juga berhadapan langsung dengan Max Verstappen di lintasan. Kimi juga sempat membalap untuk Sauber pada debut F1-nya tahun 2001, ketika tim tersebut bernama Red Bull Sauber Petronas, meskipun saat itu Red Bull sempat kecewa karena lebih menginginkan Enrique Bernoldi di kursi tersebut.
Program junior Red Bull akan dipimpin oleh Gwen Lagrue, yang sebelumnya sukses mengembangkan bakat-bakat Mercedes seperti Kimi Antonelli. Langkah ini menandai era baru bagi Red Bull dalam membina generasi penerus, dengan harapan besar bahwa Robin Raikkonen akan menjadi bintang masa depan F1.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!