Formula 1, Sportrik Media - Max Verstappen menjalani program balap GT3 yang intens pada musim 2026 di tengah komitmennya bersama Red Bull Racing, memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap performa tim di Formula 1.
Juara dunia empat kali tersebut berpartisipasi dalam beberapa putaran Nürburgring Langstrecken-Serie (NLS) serta menargetkan balapan 24 Hours of Nürburgring pada bulan Mei. Pada akhir pekan terakhir, Verstappen tampil di putaran kedua NLS bersama Winward Racing menggunakan mobil Mercedes-AMG GT3. Ia sempat meraih kemenangan dominan sebelum hasil tersebut dibatalkan akibat pelanggaran penggunaan ban.
Partisipasi Verstappen bahkan memengaruhi kalender NLS, dengan jadwal balapan disesuaikan agar tidak berbenturan dengan agenda Formula 1. Hal ini menunjukkan komitmen serius pembalap Belanda tersebut terhadap program GT3, yang dimulai sejak debutnya di Nordschleife pada 2025 dengan kemenangan dalam balapan ketahanan empat jam menggunakan Ferrari 296 GT3.

Ketertarikan Verstappen terhadap balap di luar Formula 1 juga dikaitkan dengan ketidakpuasannya terhadap regulasi baru F1 2026. Ia sebelumnya mengkritik karakter mobil yang dinilai kurang mendukung aspek balap, sehingga membuka ruang bagi eksplorasi di kategori lain seperti GT3.
Prinsipal tim Laurent Mekies memberikan dukungan penuh terhadap aktivitas tersebut, menegaskan bahwa Verstappen tidak perlu meyakinkan tim untuk mendapatkan izin mengikuti balapan ketahanan.
“Dia tidak perlu meyakinkan kami. Cukup berbicara beberapa menit dengan Max, Anda akan melihat antusiasmenya saat berbicara tentang balapan, apa pun jenis mobilnya,” ujar Mekies kepada media termasuk RacingNews365.
Di sisi lain, Red Bull menghadapi awal musim 2026 yang sulit dengan hanya mengumpulkan 12 poin dari dua balapan pertama, capaian terendah sejak 2015. Verstappen mengalami retirement di China akibat masalah sistem pendingin ERS dan hanya finis keenam di Australia.
Meski demikian, Mekies menegaskan bahwa komitmen Verstappen terhadap proyek F1 tidak mengalami penurunan. Ia menilai pendekatan kerja dan dedikasi pembalapnya tetap konsisten dalam upaya meningkatkan performa tim di tengah tantangan teknis.
“Saya tidak meragukan motivasinya. Cara kerjanya bersama tim dan komitmennya untuk melakukan peningkatan tetap sama seperti musim lalu,” tambahnya.
Keterlibatan Verstappen di GT3 kini menjadi variabel menarik dalam dinamika musim 2026. Di satu sisi, program tersebut dapat menjadi saluran kompetitif tambahan yang menjaga intensitas balapnya, namun di sisi lain juga berpotensi menjadi distraksi dalam periode krusial bagi Red Bull.
Dengan kalender yang semakin padat dan tekanan performa yang meningkat, keseimbangan antara aktivitas GT3 dan fokus Formula 1 akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah musim Verstappen dan Red Bull ke depan, khususnya menjelang fase tengah kejuaraan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!