SPONSORED

Pol Espargaro: Fisik Terkuras di MotoGP Misano 2026

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Pol Espargaro: Fisik Terkuras di MotoGP Misano 2026
TO NEWS OVERVIEW
Pol Espargaro speaks to the media at the Misano MotoGP, where he rode "like an old man" in the… © Gold & Goose

Pol Espargaro mengaku balapan MotoGP Misano 2026 membuatnya kelelahan luar biasa. Pembalap Tech3 KTM itu finis ke-14, tetapi performa Jumat yang menembus posisi 10 besar latihan menjadi sorotan. Dalam balapan penuh, Espargaro merasa energi terkuras, terutama delapan lap terakhir. "Saya sangat lelah," ujarnya. "Delapan lap terakhir terlalu berat. Jika sprint, saya kompetitif. Tapi lengan kanan dan punggung mulai bermasalah, saya mengendarai motor seperti orang tua."

Espargaro menjelaskan bahwa Misano memiliki tingkat cengkeraman aspal yang sangat tinggi, membuat motor terasa super-fisik. "Cengkeraman ekstra membuat motor sangat fisik," katanya. "Bandingkan dengan Barcelona yang gripnya rendah, Anda tidak akan lelah. Di sini, setiap akselerasi di limit, G-force tinggi saat pengereman, arah ganti, tikungan cepat – nomor 11, 12, 13, rem, dan beban berat ke tikungan 14. Semuanya sulit."

Faktor cedera awal musim juga masih membayangi. Espargaro tidak menjalani pramusim penuh untuk membangun kondisi fisik, dan jarang mengendarai motor. "Kombinasi banyak hal," akunya. "Saya tidak punya pramusim untuk membangun fisik. Saya tidak sering mengendarai motor, jadi tidak tahu perilaku ban saat sudah 20 lap. Saya sangat cemas di lap pertama karena berada di limit. Mencoba mengikuti pembalap lain, saya lebih cepat lelah."

Marquez Leads Spain's 50th MotoGP Triplete at Misano
Read AlsoMarquez Leads Spain's 50th MotoGP Triplete at Misano

Meski demikian, Espargaro tetap kompetitif di sprint. "Saya senang akhir pekan ini bisa kompetitif dalam satu lap, di sprint. Di sprint, saya benar-benar kompetitif, sama seperti Brad [Binder] dan Enea [Bastianini]. Tapi setelah itu, saya kesulitan dengan kondisi fisik dan teknis mengendarai motor."

ADVERTISEMENT

Espargaro juga menyoroti usia yang tak lagi muda. "Saya menua – 35 tahun, melawan pembalap 25 tahun. Itu intinya. Jujur, saya merasa lebih lelah dari seharusnya. Bahkan jika saya berlatih, tetap sulit. Jadi rasa hormat saya untuk Marc Marquez dan Johann Zarco."

Dengan hasil ini, Espargaro masih berjuang menyesuaikan diri dengan KTM RC16. Ia menggantikan Maverick Vinales di Tech3 KTM, dan balapan di Misano menjadi yang ketiga. Meski finis di posisi 14, penampilan di latihan dan sprint menunjukkan potensi. Namun, tantangan fisik dan adaptasi teknis masih menjadi pekerjaan rumah.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU