Setahun sudah berlalu sejak Oscar Piastri tiba di Monza dengan status favorit juara, unggul 34 poin atas rekan setimnya, Lando Norris. Namun, akhir pekan itulah yang menjadi titik awal kemundurannya, dan kini ia buka suara, menegaskan tak ada penyesalan atas keputusan yang sempat memicu perdebatan sengit di paddock.
Momen yang dimaksud adalah instruksi tim di Grand Prix Italia 2025, saat Piastri diminta memberi jalan untuk Norris setelah pit stop lambat yang dialami pembalap Inggris tersebut. Perintah itu pun menjadi salah satu topik terpanas musim lalu, memunculkan pertanyaan tentang adanya perlakuan istimewa terhadap Norris.
Kepatuhan yang Mengundang Perdebatan
Saat itu, keduanya bertarung memperebutkan posisi kedua, dengan Norris memimpin hampir sepanjang balapan sebelum masalah di pit stop mengubah segalanya. Piastri, yang patuh pada perintah, langsung menuai sorotan—sebagian pihak menilai ia seharusnya melawan demi peluang gelarnya.

Kepala tim McLaren, Andrea Stella, membela keputusan tersebut dengan merujuk pada aturan internal "papaya rules". Namun, di mata banyak pengamat, kepatuhan Piastri justru menjadi bumerang bagi ambisinya di kejuaraan.
Tekad Tanpa Ragu di Tengah Tekanan
Menjelang balapan tahun ini, dalam konferensi pers pasca kualifikasi, Piastri ditanya apakah ia akan mengubah responsnya jika tahu musimnya akan berakhir buruk. Jawabannya tegas: tidak ada yang ingin ia ubah.
"Tidak, saya rasa itu bukan satu hal yang menyebabkan akhir musim lalu menjadi sulit," ujarnya. "Ada banyak hal berbeda dari minggu ke minggu. Tapi bagi saya, bagaimana saya merespons dan menghadapi tahun lalu, saya tidak akan mengubahnya. Jadi, ya, tidak ada yang perlu diubah."
Sejak momen itu, Piastri belum meraih kemenangan lagi, dan musim ini ia juga tertinggal dari Norris. Stella menyebut gaya balap Piastri sebagai akar masalahnya—ia kesulitan di trek dengan grip rendah, dan pola yang sama tampaknya berlanjut di era mobil 2026 yang lebih minim downforce.
Piastri sendiri menolak penyederhanaan itu, tetapi ia mengakui mulai menemukan ritme, menyoroti progresnya di kualifikasi Zandvoort. Meski begitu, jalan untuk kembali ke puncak masih panjang, dan ia tampak bertekad membuktikan bahwa keputusannya dulu bukanlah kesalahan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!