Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP musim ini semakin menegang dengan selisih poin yang sangat tipis di puncak klasemen. Jorge Martin memimpin dengan keunggulan tipis dua angka saja atas Marc Marquez, dengan raihan 333 poin berbanding 331 poin menjelang seri penting di Sirkuit Mandalika.
Dilansir dari Motorsport Week, jarak poin sekecil ini antara dua pembalap teratas merupakan salah satu yang paling ketat dalam sejarah kelas utama MotoGP. Paddock kini tiba di lintasan yang secara historis selalu memberikan ujian berat bagi para kandidat juara, menuntut presisi tingkat tinggi dari mesin motor maupun fisik para pembalap.
Meskipun motor Aprilia RS-GP sempat menunjukkan daya saing yang kompetitif di Mandalika pada musim lalu, Jorge Martin tetap memilih waspada menghadapi akhir pekan ini. "Anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi di MotoGP," ujar pembalap asal Spanyol tersebut menyoroti ketatnya persaingan di lintasan.

Rekor Martin di Mandalika sendiri diwarnai oleh catatan naik turun yang cukup kontras. Ia sempat mengamankan kemenangan balapan utama yang dominan pada kunjungan terakhirnya, namun ia juga pernah melakukan kesalahan fatal pada musim sebelumnya ketika membuang peluang emas meraih kemenangan hari Minggu usai mendominasi sesi Sprint.
"Sangat penting seperti biasa untuk mendulang poin bagus," tegas Martin mengenai strategi akhir pekannya. "Marco Bezzecchi sangat kuat musim lalu. Ia membuat perbedaan, dan sudah pasti motornya bekerja dengan baik. Tapi Anda tidak pernah tahu, karena setiap tahun selalu berbeda."
Di sisi lain, tantangan berat justru harus dihadapi oleh Marc Marquez yang memiliki catatan kurang beruntung di Sirkuit Mandalika sejak pertama kali masuk dalam kalender balap. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu belum pernah sekalipun meraup poin hari Minggu dari empat kunjungannya sebelumnya ke Lombok.
Memasuki akhir pekan yang menandai start Grand Prix ke-300 sepanjang kariernya di berbagai kelas, Marquez datang dengan modal momentum positif usai menyapu bersih beberapa kemenangan di paruh kedua musim. Ia bertekad memecahkan kutukan Mandalika demi menggeser posisi puncak klasemen.
"Saya tiba di sini dengan suasana hati yang sepenuhnya berbeda dari tahun lalu, tentu saja. Saya fokus pada masa kini," ungkap Marquez menegaskan mentalitasnya jelang balapan akhir pekan ini di hadapan para pendukung setia balap motor internasional.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!