Kekecewaan para pembalap Formula 1 terhadap sirkuit baru Madrid memuncak setelah balapan debut yang membosankan. Gabriel Bortoleto dari Audi bahkan mengaku hampir tertidur di kokpit karena minimnya aksi di lintasan.
Grand Prix Spanyol pindah ke Madrid dari Barcelona-Catalunya, dengan sirkuit semi-jalanan sepanjang 5,414 km. Sejak layout diperkenalkan, kekhawatiran tentang sulitnya menyalip sudah muncul, dan terbukti dalam balapan.
Bortoleto mengungkapkan frustrasinya: "Ya, saya hampir tertidur juga!" Ia menambahkan bahwa balapan ditentukan oleh virtual safety car, karena tim tidak bisa mengganti ban dengan kompon keras. "Kami hanya bisa menerima apa yang terjadi. Setelah VSC, tidak ada safety car lagi, jadi saya dan Pierre [Gasly] menunggu red flag yang tidak kunjung datang."

Kritik utama bukan hanya soal kurangnya overtaking, tetapi juga desain sirkuit yang dianggap tidak memanfaatkan potensi. Setengah lintasan bisa didesain untuk menyalip, namun fokus tampaknya lebih pada tikungan banked Turn 12 yang mencolok dan nuansa street track. "Akan menyenangkan jika setidaknya ada satu tempat untuk menyalip, tapi sayangnya bukan itu yang mereka desain," ujar Bortoleto. "Sisi balapannya sangat buruk."
Pembalap lain juga menyuarakan hal serupa. Mereka berharap ke depannya sirkuit baru dapat melibatkan pembalap dalam proses desain. "Kami tahu di sirkuit seperti ini overtaking akan sangat sulit. Jadi mungkin ke depannya," tambah Bortoleto.
Dengan hasil ini, Madrid harus segera berbenah jika ingin memberikan tontonan yang lebih baik. Kritik pedas dari para pembalap menjadi sinyal bahwa sirkuit ini perlu evaluasi menyeluruh.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!