Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, kini berada di ambang sejarah besar Formula 1 2026 setelah mengantongi keunggulan 102 poin atas rekan setimnya, George Russell, usai mengamankan posisi ketiga di GP Singapura. Dengan menyisakan enam balapan lagi pada kalender musim ini, pembalap berusia 20 tahun tersebut berpeluang mengunci gelar juara dunia lebih awal di Sirkuit Americas (COTA) pada 25 Oktober mendatang.
Untuk mewujudkan skenario juara di Texas, Kimi Antonelli wajib memenangi Grand Prix Amerika Serikat, sementara George Russell harus finis di posisi kesembilan atau lebih rendah. Selain itu, bintang Ferrari Lewis Hamilton tidak boleh finis lebih tinggi dari peringkat kelima agar pesta juara di Austin dapat terwujud.
Jika skenario kemenangan ini terwujud, Kimi Antonelli akan melesat ke angka 365 poin. Keunggulan jumlah kemenangan musim ini—dengan total sembilan kemenangan berbanding tiga milik George Russell—akan memastikan sang pebalap Italia keluar sebagai juara dunia melalui keunggulan hitung mundur kemenangan jika poin akhir mereka nantinya sama kuat di sisa musim.

Peluang emas ini terbuka lebar setelah perolehan poin yang masif dalam dua balapan terakhir. Setelah sempat tertekan akibat kemenangan dominan George Russell di Baku yang memangkas jarak keunggulan, Kimi Antonelli bangkit dengan meraup 38 poin di Malaysia dan Singapura, memperlebar keunggulan klasemen sementara F1 2026.
Meski demikian, sang pimpinan klasemen tetap memilih membumi menanggapi potensi gelar juara dunia yang sudah di depan mata. "Bisakah saya? Sungguh? Mari kita tidak khawatir tentang itu! Mari kita coba melakukan akhir pekan sebaik mungkin dan menyelesaikan pekerjaan," ujarnya usai mengamankan podium ke-14 dari 17 balapan musim ini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!