Pedro Acosta mengungkapkan kekecewaannya setelah finis keenam di Sprint MotoGP Misano, jauh dari performa impresifnya di Aragon beberapa pekan lalu. Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu menyebut duel sengitnya dengan Fermin Aldeguer sebagai “bodoh” karena membuang banyak waktu.
Aldeguer sebenarnya memulai balapan dari posisi ketiga, namun langsung tergusur ke urutan keempat oleh Fabio Di Giannantonio di tikungan keempat pada lap pertama. Jorge Martin pun cepat menyusul, lalu Acosta menyerang pembalap Gresini itu di tikungan kedelapan. Pertarungan keduanya berlanjut hingga tikungan kesembilan, di mana mereka melebar dan membiarkan Alex Marquez lewat. Aldeguer juga kehilangan posisi dari Raul Fernandez dan harus puas finis kedelapan.
Acosta tidak mampu memperbaiki posisinya setelah lap pertama dan mengakui bahwa duel tersebut merugikan. “Aldeguer dan saya membuat hal bodoh,” ujarnya. “Ini menghabiskan banyak waktu, karena tanpa pertarungan itu, kami berdua seharusnya bisa lebih dekat dengan Diggia dan Martin saat itu. Tapi begitulah, pertarungannya cukup adil; itulah balapan.”

Kesulitan Acosta pada Sabtu tidak lepas dari masalah pengereman. Ia hanya lolos kualifikasi ketujuh dan tampil kurang greget di Sprint. “Saya sangat kesulitan menghentikan motor,” jelasnya. “Biasanya ini bukan titik terlemah saya, tapi sepertinya akhir pekan ini saya sangat kerepotan dan belum menemukan solusi. Ini membuat segalanya lebih sulit.”
Ia menambahkan, “Ketika Anda hanya punya beberapa kekuatan dan kehilangan itu, semuanya jadi lebih buruk. Tim bekerja sangat keras untuk mencari solusi, tapi saat ini semua KTM mengalami masalah yang sama.”
Dengan hasil ini, Acosta semakin tertinggal di klasemen, sementara Aldeguer juga gagal memanfaatkan posisi startnya. Balapan Sprint di Misano menjadi pengingat bahwa duel panas bisa menjadi pedang bermata dua.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!